PMI Catat Telah Bangun 2.185 Hunian Sementara untuk Korban Gempa Palu

Selasa, 12 Februari 2019 11:02 Reporter : Idris Rusadi Putra
PMI Catat Telah Bangun 2.185 Hunian Sementara untuk Korban Gempa Palu Gempa Palu. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Palang Merah Indonesia (PMI) menyelenggarakan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Tahun 2019 dengan mengangkat tema 'Kebersamaan dalam Kemanusiaan' pada 11-12 Februari 2019 di Jakarta. Mukernas yang dihadiri oleh sekitar 155 peserta yang terdiri dari perwakilan setiap PMI di 34 provinsi, delegasi Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), Komite Palang Merah Internasional (ICRC), dan perwakilan dari Palang Merah Negara Sahabat ini membicarakan pencapaian PMI di tahun 2018 serta rencana kerja PMI untuk periode 2019-2024.

Pembahasan pencapaian kerja PMI difokuskan pada pelayanan kemanusiaan dalam tiga bencana besar yang melanda Indonesia jelang akhir tahun 2018, yaitu gempa bumi di Nusa Tenggara Barat (NTB), gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah, dan tsunami Selat Sunda di Banten dan Lampung. Dalam ketiga bencana tersebut, PMI membantu masyarakat terdampak bencana, baik saat masa tanggap darurat maupun dalam masa pemulihan.

Di NTB, PMI melakukan pelayanan di Daerah Kabupaten Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Utara, Lombok Tengah dan Kota Mataram. Sejak masa tanggap darurat hingga pemulihan PMI telah mendistribusikan sebanyak 22 juta liter air ke masyarakat, memberikan pelayanan kesehatan kepada 11.696 masyarakat terdampak, membangun 43.007 meter pipanisasi air, serta memberikan layanan psikosial kepada 17.681 jiwa di wilayah Lombok. PMI juga membangun 200 unit fasilitas toilet bagi masyarakat terdampak.

Sementara di Sulawesi Tengah, pelayanan PMI dikonsentrasikan di daerah Palu, Sigi, Donggala dan Parigi Moutong. Hingga saat ini PMI telah mendistribusikan 10 juta liter air, membangun 2.185 hunian sementara, memberikan pelayanan kesehatan kepada 10.885 bagi masyarakat terdampak, dan memberikan pelayanan psikosial kepada 11.905 jiwa yang terdiri dari anak-anak dan lansia. Ditambah PMI juga membangun 129 Unit fasilitas toilet untuk membantu masyarakat terdampak.

Di Banten dan Lampung, daerah pelayanan PMI terdapat di daerah Pendeglang, di wilayah Kec. Sumur, Tanjung Lesung, Labuan dan Carita. Sementara untuk wilayah Provinsi Lampung, Daerah pelayanan PMI meliputi Wilayah Kec. Rajabasa, Kalianda, Sidomulyo dan Ketibung. Sampai saat ini, PMI telah mendistribusikan 650 ribu liter air bersih, memberikan pelayanan kesehatan bagi 1.162 masyarakat terdampak serta memberikan pelayanan psikososial bagi 2.615 masyarakat terdampak akibat Tsunami.

"Pelayanan PMI di NTB, Sulawesi Tengah, Banten, dan Lampung hingga saat ini masih terus berjalan dan telah memasuki masa pemulihan. Di masa pemulihan ini, PMI masih memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana, seperti air dan sanitasi, kesehatan, dukungan psikososial, bantuan berbasis tunai, dan mata pencaharian," jelas Pengurus Pusat PMI, Ketua Bidang Organisasi, Sasongko Tedjo, selaku ketua panitia acara.

Mukernas tahun ini merupakan Mukernas terakhir sebelum berakhirnya masa kepengurusan PMI di bawah Pimpinan Jusuf Kalla yang telah menjabat 2 (dua) periode masa bakti kepengurusan, 2009-2014 dan 2014-2019.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka musyawarah kerja nasional PMI tahun 2019 di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Senin (11/2). Dalam sambutannya, JK mengungkap dewasa ini dalam negeri telah ditimpa bencana alam Tsunami dan gempa yang terjadi di NTB, Sulawesi Selatan, hingga di Banten. Karena itu PMI harus sigap.

"Semua itu memberikan kita suatu sikap bahwa kita harus lebih banyak memperoleh sesuatu untuk kemanusiaan," kata JK di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Senin (11/2).

Buktinya, lanjut JK, ia melihat bendera PMI tetap berkibar di lokasi bencana saat beberapa pihak lain telah menarik diri.

"Kita bersyukur akan hal tersebut tapi daya tahan mereka tidak lebih dari satu bulan, setelah sebulan akan habis itu bendera dimana-mana, tapi PMI bertahan sampai akhir," kata JK.

Tidak hanya itu, selain penanganan bencana, PMI juga harus tahu menangani kemanusiaan. Salah satunya donor darah dan kata JK semakin meningkat terkait donor darah.

"Kalau 10 tahun penduduk Indonesia hanya 220 juta sekarang 260 juta, tiap tahun bertambah sehingga kebutuhan darah semakin banyak dan juga pengoperasian akan makin baik tentunya," kata JK. [idr]

Topik berita Terkait:
  1. Gempa
  2. Gempa Palu
  3. PMI
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini