Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

PMI Manufaktur Naik, Jokowi Sebut Industri Otomotif Sudah Bangkit Kembali

PMI Manufaktur Naik, Jokowi Sebut Industri Otomotif Sudah Bangkit Kembali Presiden jokowi. ©2017 Biro Pers Setpres

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, industri otomotif di Indonesia sudah bangkit. Hal tersebut seiring dengan indikator kinerja manufaktur Purchasing Manager Index (PMI) Indonesia saat ini sudah meningkat.

"Tadi sebelum masuk ke ruangan ini saya mendapatkan laporan dari Menteri Perindustrian ada kenaikan berapa persen pak menteri? untuk purchase ordernya ada 190 persen. Artinya harus inden, artinya ini yang memproduksi kewalahan. artinya lagi industri otomotif sudah bangkit kembali," kata Jokowi saat membuka acara Pameran Otomotif Indonesia International Motor Show Hybrid 2021 secara virtual dalam akun YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (15/4).

Jokowi mengatakan PMI sudah berada di 53, meningkat diatas 50. "Kalau dari BI sudah berada di angka 55 padahal sebelum pandemi, pada keadaan normal angka kita di angka 51 justru sudah melompat naik di atas kenormalan. Ini harus betul-betul kita jaga agar kebangkitan di industri otomotif ini jangan sampai terganggu lagi karena pandemi covid naik. Ini hati-hati," bebernya.

Dia menjelaskan saat ini industri otomotif menjadi prioritas untuk terus ditumbuhkan investasinya. Sebab itu pemerintah terus berupaya meningkatkan iklim investasi. Terlebih saat ini pemerintah sudah mengeluarkan UU Cipta Lapangan Kerja dan membuat lembaga pengelola investasi Indonesia.

"Kita harapkan akan memberikan banyak kemudahan dan kepastian bagi para investor untuk membangun usaha produktif di negara kita," bebernya.

Tidak hanya itu, kebijakan relaksasi pajak juga telah diterbitkan pemerintah. Hal tersebut kata Jokowi untuk mendongkrak penjualan dan daya beli produk otomotif. "Mendorong makin banyak permintaan agar ada demand disitu yang bisa menggerakkan industri otomotif kita," katanya.

Jokowi juga berharap industri otomotif tidak hanya bergerak dalam pasar dalam negeri saja. Tetapi dia meminta agar para pelaku bisa menggarap pasar-pasar ekspor. "Bukan hanya mengurus pasar dalam negeri saja, tetapi bergerak menggarap pasar pasar ekspor. Ini saya lihat sudah peningkatannya sudah baik tetapi kita ingin lebih ditingkatkan lagi," katanya.

Sebab itu, pemerintah berharap kapasitas produksi industri otomotif dalam negeri ini bisa ditingkatkan. "Sekali lagi pemerintah berharap kapasitas produksi industri otomotif dalam Negeri bisa ditingkatkan dengan pemakaian kandungan lokal yang semakin tinggi dan juga," ungkapnya.

Tidak hanya itu Jokowi juga berharap dunia otomotif bisa meningkat keterlibatan industri UMKM dalam rantai pasok. Serta bisa melakukan penyerapan tenaga kerja lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP
PMI Manufaktur RI Bertengger di Level Ekspansif 30 Bulan Berturut-turut, Apindo: Jadi Momentum Keluarkan Kebijakan Pro Industri
PMI Manufaktur RI Bertengger di Level Ekspansif 30 Bulan Berturut-turut, Apindo: Jadi Momentum Keluarkan Kebijakan Pro Industri

Capaian PMI manufaktur tersebut menandakan Indonesia telah benar-benar keluar dari pandemi Covid-19.

Baca Selengkapnya
Data Menperin: PMI Manufaktur Indonesia April Turun, tapi Lebih Baik Dibanding Malaysia dan Thailand
Data Menperin: PMI Manufaktur Indonesia April Turun, tapi Lebih Baik Dibanding Malaysia dan Thailand

Sejumlah negara yang tidak menerapkan libur Lebaran hingga 10 hari justru mencatatkan tren PMI di bawah 50 poin. Antara lain Thailand, Malaysia dan Jepang.

Baca Selengkapnya
Himpi Resmi Bentuk Badan Otonom Otomotif untuk Tingkatkan Kontribusi Industri ke Negara
Himpi Resmi Bentuk Badan Otonom Otomotif untuk Tingkatkan Kontribusi Industri ke Negara

Industri otomotif menyerap jutaan pekerja sehingga semakin menunjukkan bagaimana pentingnya industri ini di perekonomian.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Jokowi Keluhkan Indonesia Alami Defisit Rp30 T Dampak Maraknya Impor Perangkat Teknologi-Komunikasi
Jokowi Keluhkan Indonesia Alami Defisit Rp30 T Dampak Maraknya Impor Perangkat Teknologi-Komunikasi

Jokowi menyebut kondisi itu sangat memprihatinkan dan menjadi pekerjaan besar untuk pemerintah.

Baca Selengkapnya
Presiden Jokowi Angkat Suara soal Tutupnya Pabrik Sepatu Bata, Ungkap Penyebab Sebenarnya
Presiden Jokowi Angkat Suara soal Tutupnya Pabrik Sepatu Bata, Ungkap Penyebab Sebenarnya

Presiden menekankan bahwa tutupnya pabrik perusahaan dalam negeri bernama PT Sepatu Bata Tbk itu tidak menggambarkan kondisi perekonomian Indonesia.

Baca Selengkapnya
Jokowi Akui Banyak Pelaku Bisnis Khawatir Politik Indonesia Panas Jelang Pemilu 2024
Jokowi Akui Banyak Pelaku Bisnis Khawatir Politik Indonesia Panas Jelang Pemilu 2024

Jokowi bersyukur karena pelaksanaan pemilihan umum 2024 berjalan lancar. Jokowi menargetkan arus modal masuk dan investasi kembali masuk ke Indonesia.

Baca Selengkapnya
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11 Persen, Jokowi: Negara Lain Masuk Jurang Resesi
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11 Persen, Jokowi: Negara Lain Masuk Jurang Resesi

Menurut Jokowi, pertumbuhan ekonomi Indonesia banyak dikontribusikan oleh belanja konsumsi masyarakat hingga masuknya investasi.

Baca Selengkapnya
Jokowi Bersyukur Ekonomi RI Tumbuh 5,11 Persen, Inflasi Terkendali
Jokowi Bersyukur Ekonomi RI Tumbuh 5,11 Persen, Inflasi Terkendali

Perekonomian Indonesia masih bisa tumbuh 5,11 persen di tengah pelemahan ekonomi global.

Baca Selengkapnya
Jokowi Rajin Bagi-Bagi Bansos, Tapi Ekonomi Indoensia Diramal Hanya Tumbuh 5,04 Persen Sepanjang 2023
Jokowi Rajin Bagi-Bagi Bansos, Tapi Ekonomi Indoensia Diramal Hanya Tumbuh 5,04 Persen Sepanjang 2023

Proyeksi ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi 2022 yang mencapai 5,31 persen (yoy).

Baca Selengkapnya