PM Singapura: Korupsi merusak iklim investasi

Minggu, 6 Oktober 2013 14:24 Reporter : Ardyan Mohamad
PM Singapura: Korupsi merusak iklim investasi Merlion Singapura. ©Shutterstock/Twonix Studio

Merdeka.com - Perdana Menteri Singapuran Lee Hsien Loong menyatakan bahwa korupsi bisa merusak iklim investasi. Lee mengibaratkan korupsi sebagai penyakit kanker yang akan terus tumbuh jika ditangani sekedarnya.

"Anda bisa mengambil satu bagian kecilnya, tetapi hal itu akan tetap berada di sistem dan bisa tumbuh kembali sewaktu-waktu," ujar Sekretaris Jenderal Partai Aksi Rakyat (PAP), penguasa di Negeri Merlion itu saat berbicara di diskusi panel APEC CEO Summit, di Nusa Dua, Bali, Minggu (10/6).

Pernyataan Lee itu seolah-olah menyindir pemerintah Indonesia yang pekan lalu kembali diterpa masalah korupsi. Kali ini dilakukan oleh seorang petinggi Mahkamah Konstitusi.

Lee menegaskan korupsi dilingkungan birokrasi merupakan tanggung jawab kepala pemerintahan. Perlu kebijakan tegas melawan perilaku koruptif, termasuk penyuapan dan nepotisme.

"Semuanya tergantung bagaimana pemerintah menerapkan kebijakan yang tegas, karena sangat jelas bahwa korupsi sangat mempengaruhi iklim investasi di suatu negara," tandasnya.

Singapura sesuai data Transparency Internasional tahun lalu menjadi negara dengan indeks korupsi terendah kelima sejagat. Negara yang dianggap paling bebas dari kejahatan "kerah putih" ini adalah Denmark. [yud]

Topik berita Terkait:
  1. Singapura
  2. Kasus Korupsi
  3. APEC
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini