Pindad Pastikan Kendaraan Tempur Buatannya Aman Gunakan Bahan Bakar B20

Kamis, 21 Maret 2019 15:14 Reporter : Merdeka
Pindad Pastikan Kendaraan Tempur Buatannya Aman Gunakan Bahan Bakar B20 Panser Anoa Pindad. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Merdeka.com - PT Pindad (Persero) mengaku Panser Komodo tinggal menunggu izin penggunaan biodesel. Panser tempur produksi perseroan itu berbobot 7,5 ton yang bisa memuat 10 orang dengan kapasitas bensin 200 liter.

Direktur Utama Pindad Abraham Mose mengatakan, secara operasional, penggunaan biodesel pada panser tempur perseroan itu aman dan tidak bermasalah. "Kita sudah coba untuk komodo kita dan sebenarnya secara operasional sampai saat ini tidak ada masalah, berjalan," ujarnya di Karawang, Jawa Barat, Kamis (21/3).

"Tapi untuk kita full pakai B20 tentunya kita minta izin. Karena apakah nanti dari pihak TNI, kementerian pertahanan sudah mengizinkan untuk kita menggunakan full untuk kendaraan tempur kita," dia menambahkan.

Menurut dia, penggunaan biodesel sangat mungkin diimplementasikan pada Panser Komodo. Tetapi, tetap proses perizinan harus dilalui terlebih dahulu oleh perusahaan.

"Untuk industri pertahanan memang sementara belum karena ada proses perizinan. Karena lebih spesifik karena mesin-mesin itu kan high pressure sehingga jangan sampai kita kirim ke United Nation, terpengaruh. Sehingga sekarang kita lagi coba dengan B20 tapi alhamdulillah tidak ada masalah," ungkapnya.

Kendati begitu, pihaknya memastikan, jika Panser Komodo dapat menggunakan biodesel 20 persen, maka kendaraan lain perseroan dipastikan juga akan bisa menggunakan B20 secara aman.

"Kalau di komodonya Pindad sudah berhasil berarti untuk peralatan-peralatan kita yang eskavator yang reguler APC yang untuk passenger, itu pasti bisa. Karena kalau komodo kan lumayan, kendaraan taktis yang bisa dipakai di medan-medan tempur juga itu aja sudah bisa masa yang di komersial tidak bisa," pungkasnya.

Reporter: Bawono Yadika Tulus

Sumber: Liputan6

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini