PGN berjanji pada Jokowi ubah Jakarta jadi kota gas terintegrasi

Senin, 25 Maret 2013 13:52 Reporter : Ardyan Mohamad
PGN berjanji pada Jokowi ubah Jakarta jadi kota gas terintegrasi

Merdeka.com - PT Perusahaan Gas Negara (PGN) mengakui sudah berkoordinasi dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk memasok kebutuhan gas di Ibu Kota. Salah satu komitmen perusahaan pelat merah itu adalah mengubah status Jakarta menjadi kota pertama di Indonesia sebagai kota gas terintegrasi.

Wujud nyatanya adalah pasokan gas ke beberapa program utama Jokowi, panggilan akrab Gubernur DKI, khususnya pembangunan rusunawa dan transportasi umum seperti Bus Rapid Transit (BRT) Transjakarta.

"PGN siap menjadikan DKI kota gas terintegrasi, kami sudah memulai penyambungan jaringan pipa gas ke rumah susun, kami juga secara intensif mendukung busway, dan dapat dimanfaatkan moda transportasi lain.," katanya selepas rapat dengan Komisi VII, di DPR, Senayan, Jakarta, Senin (25/3).

Perseroan, mengklaim tidak hanya akan berperan menyuplai gas untuk transportasi. Tetapi untuk industri dan rumah tangga di Jakarta).

Dia menegaskan pembicaraan antara direksi PGN dan Jokowi dilaksanakan pekan lalu. Pihaknya menjanjikan pembangunan jaringan gas ke rusunawa bisa dilakukan tidak sampai setahun. Di sisi lain, pasokan yang bisa dipercepat adalah sektor transportasi, khususnya alokasi gas bila jumlah Transjakarta jadi ditambah.

"Hal ini sudah kami sampaikan ke Gubernur DKI, apalagi kami satu-satunya yang menyuplai gas ke sembilan SPBG yang ada di Jakarta. Dari enam SPBG milik pertamina gasnya juga disuplai PGN," tandasnya.

Sejauh ini, proyek percontohan pertama yang dilakukan PGN dan Pemprov DKI adalah pasokan gas untuk busway. Program ini akan menjadi acuan BUMN ini mendukung pelaksanaan konversi BBM ke BBG.

Sebab persoalan konversi selama ini terganjal mahalnya biaya pembangunan SPBG. Dengan skema PGN, maka tidak perlu lagi pembangunan stasiun pengisian gas baru, cukup memakai SPBU dan SPBG yang sudah ada di Jakarta.

"Selain ke DKI, kami juga tawarkan kepada Hiswana Migas agar seluruh SPBU ditambah dispenser (untuk gas), kami tidak akan minta dana APBN, kami sudah siapkan dana internal korporat. Biayanya akan lebih kompetitif," ungkapnya. [arr]

Topik berita Terkait:
  1. PGN
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini