PGE Berambisi jadi 3 Besar Produsen Energi Panas Bumi Terbesar Dunia

Kamis, 6 Mei 2021 15:41 Reporter : Sulaeman
PGE Berambisi jadi 3 Besar Produsen Energi Panas Bumi Terbesar Dunia PLTP di dataran tinggi Dieng. ©2019 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) terus mendorong pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Indonesia. Ditargetkan pada 2030 mendatang pengelolaan kapasitas PLTP terpasang mencapai 1,3 Giga Watt (GW).

"Perlu kita sampaikan apa yang akan dilakukan ke depan. Kita punya ambisi di tahun 2030 untuk mengoperasikan ada 1,3 GW installed capacity," ungkap Direktur Utama Pertamina Geothermal Energy (PGE), Ahmad Yuniarto, dalam webinar bertajuk Sinergi Mendukung Percepatan Pengembangan Panas Bumi, Kamis (6/5).

Dia mengungkapkan, jika mampu memenuhi target yang ditetapkan, PGE akan menjadi perusahaan penyedia energi panas bumi terbesar ketiga di dunia. "Nanti akan menjadi top 3 geothermal producer di dunia," tekannya.

Saat ini, kapasitas terpasang PLTP yang dioperasikan oleh PGE mencapai 672 MW. Untuk memenuhi target tersebut, Ahmad bilang, perusahaan saat ini membutuhkan dana yang tidak sedikit. Menyusul biaya yang harus dikeluarkan untuk kegiatan investasi dan proses terkait lainnya.

"Tentunya kita harus melakukan investasi sangat besar untuk mendukung ambisi kita mencapai target kita di tahun 2030," tutupnya.

2 dari 2 halaman

PGE Kelola 15 WK Panas Bumi

15 wk panas bumi rev1

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pertamina Gothermal Energy (PGE) menambah satu Wilayah Kerja (WK) Geothermal dalam rangka meningkatkan kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) sehingga saat ini PGE mengoperasikan 15 WK. WK baru panas bumi yang izin pengembangannya telah diserahkan kepada PGE tersebut berlokasi di Kotamobagu Sulawesi Utara.

Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina, Agus Suprijanto menjelaskan Pertamina terus mengupayakan penyediaan energi yang ramah lingkungan yang diperlukan di masa depan.

Melalui 15 wilayah kerja proyek panas bumi, Pertamina akan mewujudkan program transisi energi dimana energi baru terbarukan akan mencapai 30 persen pada tahun 2030.

"Potensi geothermal di Indonesia sangat tinggi, termasuk No 2 terbesar di dunia namun baru 7 persen yang telah dikembangkan. Dengan roadmap Pertamina, dalam lima tahun ke depan akan naik dua kali lipat," ungkap dia dalam keterangannya, Rabu (10/3).

Agus menambahkan pada program transisi energi, Pertamina juga akan mengupayakan 4 MW melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Badak di Kalimantan.

Solar Cell Panel juga telah terpasang di 63 lokasi yang tersebar di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. "Pertamina juga menargetkan pemasangan Panel Solar Cell di seluruh SPBU Pertamina dengan kapasitas terpasang sebesar 385 kWp," ujarnya.

[bim]

Baca juga:
Kejar Target Energi Terbarukan, Boiler Biomassa Dibangun di Jawa Tengah
Kebutuhan Terus Naik, PLN akan Penuhi Permintaan Listrik dari EBT
Kalahkan Amerika dan Jerman, RI Jadi Produsen Biodiesel Terbesar Dunia
Airlangga Sebut Sumber Pembiayaan Proyek Energi Fosil Semakin Sulit
Luhut Klaim Pengelolaan EBT di Indonesia Jadi Acuan Negara Lain
Pemerintah Catat Potensi Pengembangan EBT di Aceh Capai 27,7 MW
DEN Targetkan Indonesia Bebas Impor BBM dan LPG di 2030

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini