Petrokimia Gresik reklamasi tanggul untuk lahan smelter Freeport

Rabu, 7 Desember 2016 16:35 Reporter : Hana Adi Perdana
Petrokimia Gresik reklamasi tanggul untuk lahan smelter Freeport Freeport. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktur Utama PT Petrokimia Gresik, Nugroho Kristianto, mengklaim pihaknya sudah menyiapkan lahan untuk pembangunan pabrik pemurnian atau smelter untuk PT Freeport Indonesia (PTFI). Nantinya, lahan yang disiapkan oleh PG merupakan bekas tanggul seluas 80 hektar (ha) yang akan direklamasi.

"Jadi memang kami berkenaan dengan penyiapan lokasi ini sudah menyiapkan calon lokasi yang akan digunakan Freeport sebagai salah satu alternatif dan dalam rangka itu kami juga sudah menyiapkan beberapa perangkat hukum baik itu perjanjian sewa lahan, maupun penyiapan lokasinya yang kita lakukan bersama Freeport," ujarnya di Gedung Nusantara I, DPR, Jakarta, Rabu (7/12).‎

"Kondisi lahan terkini itu akan menggunakan tanggul untuk lokasi proyek smelter Freeport seluas 80 ha," sambungnya.

Saat ini, PG masih terus melakukan pembicaraan rutin perihal beberapa persyaratan yang harus dipenuhi agar tanggul reklamasi tersebut laik digunakan. "Kami memang sedang intensif membicarakan hal itu, bagaimana proses reklamasi akan dilakukan, dan ada requirement penguatan tanggul yang sangat teknis sifatnya. Sedang dalam pembahasan," ucapnya.

Mengenai perjanjian sewa lahan antara Petrokimia Gresik dengan Freeport, pihaknya mengakui masih belum ada kesepakatan. Ada empat perjanjian lahan yang harus dipenuhi Freeport kepada PT Gresik agar perjanjian tersebut bisa berlaku efektif.

Pertama, menyangkut luasan area yang disewa. Kedua, formulasi harga sewa lahan. Ketiga, jangka waktu sewa dan keempat hak dan kewajiban Petrokimia dan Freeport‎.

"Tapi perjanjian itu berlaku efektif, itu ada hal yang harus dipenuhi. Perjanjian sewa lahan ini tahun 2015. Perjanjian sewa lahan untuk jangka waktu 20 tahun. Perjanjian ini efektifnya ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, termasuk bagaimana melakukan proses reklamasi. Ini yang saya bilang harus dipenuhi dulu," jelas dia.

Syarat itu, kata Nugroho, berupa dibuatnya perjanjian persiapan lokasi. Kemudian, di dalam persiapan lokasi itu yang harus dipersiapkan adalah mengenai proses reklamasi yang akan dilakukan.

"Berkenaan reklamasi akan dilakukan, ini kan menyangkut syarat teknis di mana Petrokimia juga harus memenuhi itu. Apa sudah ada pembayaran aktifitas sewa, itu belum," tuturnya.

Pihaknya pun berjanji akan memenuhi perjanjian sewa lahan apabila semua syarat telah dipenuhi. Saat ini, persiapan lahan ada sepenuhnya di tangan PTFI.

"Apakah kami serius, insya allah Petrokimia sangat serius mengenai masalah ini. Ketika akan melakukan persiapan lahan, ketergantungan pilihan Freeport ini yang jadi critical. Karena sampai hari ini masih melakukan pembahasan dgn freeport bgmn persiapan lahan bisa diselesaikan," pungkasnya. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini