Petrokimia Gresik Pasok Green Surfactant untuk Kejar Produksi Minyak 1 Juta Barel

Selasa, 4 Mei 2021 22:15 Reporter : Merdeka
Petrokimia Gresik Pasok Green Surfactant untuk Kejar Produksi Minyak 1 Juta Barel Ilustrasi Migas. shutterstock.com

Merdeka.com - Petrokimia Gresik memasok Green Surfactant untuk meningkatkan produksi minyak di dalam negeri, serta mewujudkan target produksi 1 juta barel pada 2030.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo mengatakan, Petrokimia Gresik menjual sebanyak 7 ribu liter Green Surfactant kepada Kerjasama Operasi Pertamina EP-Samudra Energy BWP Meruap di Sarolangun, Provinsi Jambi. Setelah pengiriman ke KSO Pertamina EP-Samudra Energy BWP Meruap, selanjutnya Petrokimia Gresik akan melakukan pengiriman Green Surfactant dengan volume 3.500 liter ke Sumur Kawengan Cepu, Provinsi Jawa Tengah.

"Ini menjadi bukti Green Surfactant produksi Petrokimia Gresik sangat diminati industri migas di tanah air," kayak Dwi, di Jakarta, Selasa (4/5).

Green Surfactant produksi Petrokimia Gresik bekerja sama dengan Surfactant and Bioenergy Research Center (SBRC) Institut Pertanian Bogor (IPB) ini merupakan satu-satunya produk surfaktan dalam negeri.

Saat ini kapasitas produksi Green Surfactant Petrokimia Gresik mencapai 600 kiloliter (kL) per tahun. Melihat potensi pasar yang masih sangat terbuka lebar, Dwi berharap ke depan produksi Green Surfactant dapat ditingkatkan tidak lagi sekadar mini plant, tetapi dalam skala yang lebih besar lagi.

Dwi menambahkan, hadirnya produk Green Surfactant ini juga menjadi bentuk dukungan Petrokimia Gresik terhadap target produksi crude oil 1 juta barel per hari yang dicanangkan oleh pemerintah melalui SKK Migas.

"Selain itu, kerja sama ini juga menjadi salah satu wujud dan peran bersama dalam membangun kemandirian bangsa serta dalam rangka mengurangi ketergantungan impor bahan baku dan bahan penolong, salah satunya Surfaktan," tutur Dwi.

Surfaktan merupakan molekul yang memiliki gugus hidrofilik (suka air) dan lipofilik (suka minyak / lemak) sehingga dapat menyatukan campuran yang terdiri dari air dan minyak. Selain digunakan untuk bidang farmasi dan industri pembersih seperti detergen, surfaktan juga digunakan untuk keperluan eksplorasi minyak bumi dengan metode Improved Oil Recovery (IOR) dan Enhanced Oil Recovery (EOR).

"Green Surfactant merupakan terobosan penting yang dapat mendukung industri minyak dan gas (migas) di tanah air agar semakin efisien dan ramah lingkungan," ujar Dwi.

Baca Selanjutnya: Injeksi ke Dalam Bumi...

Halaman

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Migas
  3. Petrokimia Gresik
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini