Peternakan Jatim Potensial Ciptakan Kawasan Industri Mandiri

Sumber : | Sabtu, 14 Maret 2009 08:41
Peternakan Jatim Potensial Ciptakan Kawasan Industri Mandiri
Kapanlagi.com

Merdeka.com - Kapanlagi.com - Provinsi Jawa Timur berpeluang menciptakan kawasan industri mandiri, dari 10 daerah potensial yang berlatar belakang sektor peternakan.

"Hal ini dapat dilakukan dengan mengoptimalkan populasi ratusan ribu ekor sapi dewasa di daerah itu," kata salah seorang pembicara, Puguh Iryantoro pada seminar peningkatan produktivitas melalui pemanfaatan sumber daya lokal menuju kemandirian energi, pupuk dan pangan di Surabaya, Jumat (13/3).

Menurut dia, peluang tersebut sebaiknya segera dimanfaatkan seoptimal mungkin oleh pemerintah, karena dari sektor peternakan bisa diciptakan tiga industri di antaranya pupuk kandang, energi dan gas.

Ia mengatakan, dengan penciptaan kawasan industri di Jatim, ke depan dapat mengurangi beban pemerintah dalam pemberian subsidi bagi masyarakat. Misalnya subsidi pupuk, energi listrik dan minyak tanah.

Jika ini terwujud, kata Puguh, dana subsidi yang selama ini mengalir untuk tiga hal itu dapat ditawarkan kepada peternak dengan bunga rendah.

"Sehingga manfaatnya semakin bisa dirasakan oleh semua kalangan masyarakat yang ingin membuka usaha secara mandiri. Bahkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap subsidi pemerintah," katanya.

Ia menyebutkan penciptaan kawasan industri mandiri berada di 10 daerah potensial di Jatim yaitu Sumenep, Malang, Kota Batu, Blitar, Kediri, Tulungagung, Probolinggo, Lumajang, Bondowoso dan Mojokerto.

"Sekarang rata-rata populasi sapi di 10 daerah tersebut antara 100.000 sampai 200.000 ekor sapi dewasa berusia minimal satu tahun," katanya.

Dari satu ekor sapi, dia merinci komposisi pemanfaatannya terdiri dari 70 persen untuk pupuk kandang, 20% untuk energi listrik, dan yang 10% untuk energi gas (biogas). Ia menyebutkan setiap satu ekor sapi menghasilkan antara 9-10 kilogram kotoran sapi per hari.(kpl/bar)

Rekomendasi Pilihan


Komentar Anda



BE SMART, READ MORE