Peternak: Beras Busuk Bukan Pakan yang Tepat

Rabu, 13 Februari 2019 17:48 Reporter : Idris Rusadi Putra
Peternak: Beras Busuk Bukan Pakan yang Tepat Peternak ayam. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Ketua Presidium Peternak Layer Nasional, Ki Musbar Mesdi menegaskan bahwa beras busuk bukan merupakan pakan yang tepat untuk ternak ayam maupun unggas lainnya.

"Kami tidak mengenal beras busuk dipakai pada ayam. Yang kami kenal adalah bekatul dan menir," kata Ki Musbar seperti dikutip dari Antara, Rabu (13/2).

Hal tersebut diungkapkan Ki Musbar dalam menanggapi kabar bahwa beras tidak layak konsumsi yang ditemukan di Ogan Komering Ulu Timur akan dialihkan untuk pakan ternak. Ki Musbar menegaskan beras bukan merupakan bagian utama dari komponen pakan ternak unggas, apalagi komposisinya hanya sekitar 3-5 persen dari pakan yang ada.

Menurut dia, bekatul dan menir mengandung lebih banyak energi, sedangkan beras, terutama yang tidak layak konsumsi, tidak bermanfaat bagi ternak. "Beras rusak itu tidak ada artinya bagi ayam. Vitamin sama karbohidrat sudah rusak. Untuk ternak unggas, tidak direkomendasikan kalau beras busuk," katanya.

Dia memastikan tidak ada peternak yang mau menampung beras busuk yang telah berkutu maupun terkena jamur untuk pakan ternak, karena sangat berisiko.

Oleh karena itu, Ki Musbar mempertanyakan wacana pemberian beras busuk sebanyak 6.000 ton yang ditemukan di salah satu gudang Bulog sebagai bahan makanan ternak. "Misalnya mau dijual dengan harga rugi kepada peternak, tapi sekarang, peternak mana yang mau memakai? tidak ada yang berani," ujarnya.

Sebelumnya, Tim Sergab TNI AD menemukan sekitar 6.000 ton beras tidak layak konsumsi dan busuk di gudang Bulog Sub Divre wilayah Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan.

Ribuan ton beras tersebut diduga merupakan beras pengadaan tahun 2015 dan sebagian besar ditemukan dalam keadaan tidak layak dan berkutu.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Pengadaan Perum Bulog Bachtiar Utomo menduga salah satu penyebab beras tersebut menjadi tidak layak karena proses modernisasi gudang yang lambat.

Untuk itu, upaya pengecekan terhadap gudang penyimpanan beras akan dilakukan agar tidak ada beras yang mengalami penurunan mutu akibat terlalu lama tersimpan di gudang. [idr]

Topik berita Terkait:
  1. Peternakan
  2. Beras
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini