Petani di Bondowoso Diajak Ikut Serta Program AUTP

Selasa, 4 Mei 2021 16:23 Reporter : Haris Kurniawan
Petani di Bondowoso Diajak Ikut Serta Program AUTP Petani. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Petani di Kabupaten Bondowoso diajak untuk ikut serta dalam asuransi usaha tani padi (AUTP).

Hal ini disampaikan Bupati Bondowoso, Salwa Arifin, saat menerima kunjungan Direktur Jendral Prasarana dan Sarana Pertanian (Dirjen PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) Sarwo Edhy.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) minta Dinas Pertanian Daerah untuk mendorong petani mengikuti AUTP. Pemerintah memberikan subsidi premi asuransi tani sebesar Rp 144 ribu/ha.

"AUTP ini akan terus kami sosialisasikan ke petani. Karena ini menjadi bentuk perlindungan kepada mereka dan saat ini sudah banyak petani yang menjadi anggota AUTP," kata Mentan SYL, Senin (3/5).

Sarwo Edhy menjelaskan, melalui asuransi ini, para petani hanya diwajibkan membayar premi Rp 36.000 per hektar per musim tanam.

"Karena yang Rp 144.000 nya kami bantu dari APBN," ungkap Sarwo Edhy, dalam kunjungan kerja sekaligus untuk meninjau Desa Sumber Gading serta rest area Kluncing, Kecamatan Sumber Wringin.

Dengan mengikuti asuransi ini para petani akan mendapat ganti rugi jika padinya gagal panen. Baik karena musim kemarau, musim hujan, atau pun terkena hama. Nanti asuransi Jasindo atau asuransi pemerintah ini akan mengganti hingga Rp 6 juta per hektar.

"Jadi hanya membayar Rp 36 ribu, kalau tidak panen dibayar Rp 6 juta. Ini program yang sangat baik dari pemerintah," kata Sarwo Edhy.

Tujuannya tak lain, agar sekali pun petani mengalami gagal panen. Selanjutnya, tetap bisa menanam kembali. .

Begitu pun, untuk peternak juga bisa ikut asuransi dengan cukup membayar Rp 40 ribu per ekor per tahun. Sisanya Rp 160 ribu dibantu pemerintah melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

"Jika ternaknya mati atau hilang akan diganti Rp 7 juta," jelasnya.

Sementara itu, Bupati Salwa Arifin, menyambut positif ajakan Dirjen PSP Kementan. Ia pun meminta dukungan dari Kementan untuk kemajuan pertanian Bondowoso.

Berdasarkan Juknis dari pusat, lahan yang bisa diasuransikan adalah milik petani yang bergabung dalam Poktan (Kelompok Tani). Pendaftarannya melalui kelompok bukan perorangan. Kalau perorangan tidak dapat subsidi, tetap membayar Rp 180 ribu.

"Dalam mekanisme pendaftarannya dibutuhkan nama, NIK, luas lahan dan jumlah peta alam. Itu yang tahu lokasi kan PPL dan kelompok. Keduanya harus saling membantu," jelasnya.

Sementara setiap petani hanya boleh mengasuransikan lahan maksimal 2 hektare. Tetapi untuk Bondowoso mayoritas kepemilikan lahan tidak sampai 2 hektar.

"Rata-rata kepemilikan lahan 0,2 hektare, 0,3 hektare. Bahkan yang 0,1 hektare pun ada. Tidak sampai 2 hektare tak masalah tapi kalau lebih tidak boleh," pungkasnya. [hrs]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Berita Kementan
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini