Pesanan atribut Pilkada sepi, pedagang terpaksa PHK karyawan

Rabu, 9 Desember 2015 19:00 Reporter : Hana Adi Perdana
Pesanan atribut Pilkada sepi, pedagang terpaksa PHK karyawan KPK kampanye Pilkada. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Lesunya pesanan atribut kampanye pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun ini membuat para pedagang gigit jari. Guna menekan tingginya biaya operasional, tak sedikit para pedagang ini terpaksa merumahkan sejumlah karyawannya.

Salah satu pengusaha atribut partai, Yos Rizal, mengatakan sejauh ini pesanan datang dari luar Pulau Jawa. Namun memang, jumlahnya tidak besar.

"Orderan kita kebanyakan dari luar Jawa, di Manokwari sama Medan yang paling banyak," ujarnya kepada merdeka.com saat ditemui di tokonya, Pasar Senin, Jakarta, Rabu (9/12).

Sepinya pemasukan para pengusaha konveksi dan sablon khususnya atribut partai, disebut karena regulasi KPU yang membatasi dana kampanye. Dia mengaku sudah tidak bisa mengandalkan pemasukan dari atribut Pilkada lagi.

"Sudah sepi makin ke sini, tidak bisa ngandelin pemasukan dari atribut buat Pilkada. Sekarang lebih banyak buat aksesoris ulang tahun, payung, kalender, atau merchandise buat acara formal," kata dia. [bim]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini