Perusahaan yang Dijuluki 'The Next Alibaba' Siap Masuk Indonesia

Jumat, 22 November 2019 15:27 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Perusahaan yang Dijuluki 'The Next Alibaba' Siap Masuk Indonesia Direktur Perencanaan Jasa dan Kawasan Nurul Ichwan BKPM (tengah) mendengarkan penjelasan dari Pendir. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Jumore, perusahaan e-Commerce asal China, bersiap melebarkan sayap bisnisnya ke Indonesia. Perusahaan yang dijuluki 'The Next Alibaba' ini, tengah mencari mitra di Indonesia.

"Kita siap carikan jodohnya di Indonesia. Tetapi tadi kita minta kriteria-kriterianya apa
saja," ujar Direktur Perencanaan Jasa dan Kawasan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Nurul Ichwan, usai menerima Pendiri dan Chairman Jumore E-Commerce Eric Lu, di Kedutaan Besar Indonesia di Beijing, China.

Jumore merupakan platform digital supply chain khusus untuk perusahaan industri dan perdagangan global. Saat ini, Jumore telah hadir di 157 negara dengan online user mencapai 1,5 juta di seluruh dunia.

Jumore menghubungkan rantai pasok industri dari hulu sampai hilir serta mempertemukan dengan pelaku-pelaku industri dan perdagangan dari seluruh dunia. "Saat ini ada 70 juta perusahaan yang sudah bergabung di Jumore, tentu kita harapkan sesuai dengan upaya pemerintah melakukan reindustrilisasi, sehingga produk-produk asal Indonesia bisa terhubung dengan pembeli dari luar," ujar Nurul.

Jumore ingin membangun kantor cabangnya di Indonesia. Sebab itu, Jumore mencari mitra dengan beberapa kriteria, antara lain mampu membangun kerjasama dengan BUMN, membangun jaringan dengan asosiasi industri di berbagai bidang, dan mampu meraih dukungan kuat dari pemerintah. Terkait nilai investasi di Indonesia, Jumore belum bisa menyebut nilainya.

1 dari 2 halaman

Perusahaan e-Sport China Minat Masuk Bali

sport china minat masuk bali

Chairwoman Brilliant Dream International Culture Development Co. Sophia Liu, mendatangi Kedutaan Besar Indonesia di Beijing, RRT, Rabu (20/11). Bersama para direksinya, Sophia diterima oleh Duta Besar RI untuk RRT Djauhari Oratmangun dan Direktur Perencanaan Jasa dan Kawasan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Nurul Ichwan.

"Tadi, kita menawarkan Pulau Kura-Kura di Bali. Sebab, Pulau ini sangat mendukung bagi wisata e-sport," ujar Nurul.

Nurul mengatakan, Brilliant Dream juga tengah mencari mitra strategis untuk berinvestasi di Bali. Brilliant Dream berencana membangun kawasan terintegrasi berbasis industri kreatif, perhotelan, teknologi e-sport, the belt and road commodity display center, museum kebudayaan dunia, Chinese food city, bisnis travel, dan klub hiburan.

"Saat ini mereka lagi cari lahan untuk bangunan di Bali seluas 6000 m untuk dikembangkan di sana. Kita tawarkan Pulau Kura-Kura," ujar Nurul.

Guna menindaklanjuti rencana tersebut, pihak manajemen Brilliant Dream akan segera berkunjung ke Jakarta dalam waktu dekat. "Sesuai arahan Pak Kepala BKPM, calon investor akan kita jemput dan kawal sampai dia realisasikan investasinya di Tanah Air," ucap Nurul.

Kepada Brilliant Dream, Nurul berharap agar tidak segan-segan menghubungi Satgas BKPM dan Kedubes Indonesia di Beijing bila menemui kendala di lapangan. Kepada BKPM dan Kedubes Indonesia, Sophia Liu, mengutarakan, pihaknya memilih Bali, sebab Pulau tersebut telah mendunia.

"Tak hanya itu, industri kami ini sudah terintegrasi di semua obyek wisata kaliber dunia dan saatnya kami menghubungkan dengan Bali di Indonesia," ujar Liu.

Mengusung konsep Bali New Tourism Specialty Town, Brilliant ingin bisnisnya di Bali terintegrasi dengan ekonomi wisata global. Meski investasi wisata global sedang melambat, Liu optimis Bali masih akan menjadi magnet bagi bisnis wisata yang diusungnya.

"Pada 2018, investasi wisata global mencapai USD 964 miliar. Tahun ini tumbuh sebesar 4,8 persen," ujar Liu.

2 dari 2 halaman

200 Pengusaha Furniture China Mau Investasi di Indonesia

furniture china mau investasi di indonesia

Sebanyak 200 pengusaha asal Shandong, China, membidik investasi ke Batang, Jawa Tengah. Hal itu terungkap pada pembicaraan one-on-one meeting antara Badan
Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dengan Asosiasi Pengusaha Wood and Wood Product Shandong di Kedutaan Besar Indonesia di Beijing.

"Tim BKPM di bawah pimpinan Direktur Perencanaan Jasa dan Kawasan Nurul Ichwan mewakili Kepala BKPM, menerima delegasi dari Shandong. Mereka menyatakan sedang membidik Batang, Jawa Tengah sebagai destinasi investasi di bidang perkayuan dan furniture," ujar Anggota Komite Investasi Bidang Komunikasi dan Informasi Rizal Calvary Marimbo di Beijing, China.

Dalam kesempatan itu, Nurul menjelaskan kebijakan baru Kepala BKPM Bahlil Lahadalia untuk membantu investor yang akan masuk ke Indonesia secara paripurna.

"Saat ini BKPM fokus pada membantu percepatan realisasi investasi. Dari sejak investor menyampaikan minatnya, BKPM akan turun tangan sampai membantu sampai penyelesaian kendala-kendala di lapangan. Hal tersebut sudah kami jalankan misalnya pada kunjungan para pengusaha asal Shandong bulan lalu Ke Indonesia. Tim kami telah turut mengantarkan mereka ke lokasi yang memiliki potensi yang diminati mereka," ujarnya.

Dia mengatakan, selain Indonesia, para pengusaha ini juga sudah mengunjungi Vietnam, Kamboja dan negara Indochina lainnya. Negara-negara ini menawarkan lahan gratis. Namun, mereka kemungkinan besar lebih memilih Indonesia. Meski mereka sedang mempertimbangkan masalah lahan. "Mereka lihat kayunya di Indonesia jauh lebih bagus," ujar Rizal.

Selain, Jawa Tengah, para pengusaha Shandong juga sedang mempertimbangkan Kalimantan Timur. Pertimbangannya, harga lahan di Kalimantan Timur jauh lebih murah dibandingkan Jawa Tengah. Kalimantan Timur juga sudah memiliki kayu hutan yang melimpah. "Hanya saja, Jawa Tengah unggul di ketersediaan sumber daya manusianya dan infrastruktur penunjang lainnya," jelasnya.

Tak hanya itu, bila sukses di Jawa Tengah, para pengusaha Shandong juga mengincar membangun kawasan industri furniture di empat pulau lainnya seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. "Mungkin dia test case-nya di Jawa Tengah. Sukses di sana, mereka akan ekspansi ke pulau-pulau lainnya, membangun kawasan industri," ujarnya.

Sebelumnya, para pengusaha ini juga telah menemui Bupati Batang, Wihaji. Para pengusaha Shandong melihat potensi kayu dari hutan kawasan industri yang melimpah, sehingga dianggap cocok untuk menghasilkan produk berorientasi ekspor.

[bim]

Baca juga:
Garap Proyek di Australia, Terregra Siapkan Investasi Rp660 miliar
Kadin akan Bentuk Tim Bantu Pemerintah Susun Omnibus Law
Jokowi Beri Wewenang Seluruh Perizinan Investasi ke BKPM
Dua Industri Raksasa Korea Selatan Minat Investasi di Indonesia
Genjot Kapasitas Produksi, Cabot Corporation Investasi USD 100 Juta di Cilegon
Dubes AS: Transparansi dan Akuntabilitas di Indonesia Harus Diperbaiki
Kalahkan China, Amerika Serikat Penyumbang Investasi Terbesar di Indonesia

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini