Perusahaan Korsel Siap Transfer Teknologi Industri ke Indonesia

Kamis, 14 November 2019 13:25 Reporter : Siti Nur Azzura
Perusahaan Korsel Siap Transfer Teknologi Industri ke Indonesia Teknologi. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Perusahaan asal Korea Selatan, Doosan Group siap mentransfer teknologi untuk mendukung industri 4.0 yang tengah dikembangkan oleh Indonesia. Vice Chairman HS Lee mengatakan, kerja sama dengan Indonesia akan berlanjut dalam jangka panjang.

"Kami bermitra dengan Indonesia sudah memiliki hubungan yang baik, potensi kerja sama banyak yang akan dikembangkan di Indonesia, terkait infrastruktur dan mobilisasi misalnya," kata HS Lee dikutip Antara, Kamis (14/11).

Doosan Group juga menawarkan modernisasi di bidang industri dengan teknologi terintegrasi dengan perlengkapan alat berat berbasis robotic, sehingga efisiensi kerja bisa dicapai.

Deputi Bidang Koordinator Infrastruktur Kemenko Kemaritiman dan Investasi Ridwan Djamaluddin mengaku optimis dapat terjalin banyak hal kerja sama di bidang industri dengan Korea.

"Korea merupakan negara yang baik dalam menerapkan teknologi di bidang industri dan infrastruktur sehingga kami undang mereka untuk berinvestasi pabrik di sini," kata Ridwan.

Perkembangan saat ini, Doosan Group sedang mencari partner yang tepat untuk mendirikan pabrik di Indonesia guna mendukung percepatan pembangunan industri 4.0.

Beberapa yang sudah bekerja sama dengan Doosan di antaranya adalah PT Pindad, dan Boma Bisma Indra, di mana dengan diesel buatan Doosan Group didistribusikan kepada Boma Bisma Indra sebagai mesin penggerak utama.

Potensi kerja sama besar akan datang di bidang transportasi. Doosan Infarcore Co. Ltd.,telah melakukan kerjasama dengan PT. Boma Bisma Indra (Persero) dalam rangka alih teknologi pembuatan diesel engine, di mana fasilitas assembly diesel engine di PT. BBI (Persero) telah diresmikan pada 21 Agustus 2019.

1 dari 1 halaman

Investasi Mobil Listrik

Indonesia bakal menandatangani kerja sama investasi Hyundai di Indonesia dalam waktu dekat. Nilai kerja sama pembangunan pabrik mobil listrik tersebut mencapai USD 1 miliar dan akan diresmikan dalam lawatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke negeri ginseng pada bulan ini.

"Hyundai, nanti insya Allah Presiden ke Korea Selatan tanggal 24 (November) itu akan ditandatangani USD 1 miliar untuk mereka masuk sini," kata Menko Luhut Binsar Panjaitan di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (13/11).

Luhut telah meminta kepada pihak Hyundai agar menggunakan bahan baku dari dalam negeri. Salah satunya bahan baku mobil listrik, yakni lithium baterai dari Morowali.

Selain itu, dia pun meminta agar dalam membuat ban untuk mobil listrik, Hyundai menggunakan bahan baku karet yang juga berasal dari Tanah Air.

"Kedua, ban mobil, dari awal saya sudah minta mereka pakai karet kita. Sekarang Dunlop sudah. Jadi nanti semua mobil listrik yang diproduksi di Indonesia pakai karet ban karet kita," tandasnya. [azz]

Baca juga:
Sandiaga Uno Beberkan Untung Rugi Era Revolusi Industri 4.0
Menunggu Gebrakan Teten Masduki Majukan Koperasi di Era Industri 4.0
Menperin Airlangga Beberkan Tantangan Industri di Periode ke-2 Jokowi
Menteri Airlangga Ungkap Industri 4.0 Buat Pertumbuhan Ekonomi RI Lewati 5 Persen
Bukan Kekayaan Alam, Inilah Kunci Kemajuan Negara Terkini Versi Menteri Airlangga
Lakukan Penilaian 326 Perusahaan, Kemenperin Klaim Siap Menuju Era Industri 4.0

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini