Pertumbuhan Melambat, Bahana Nilai Perbankan Hingga Infrastruktur Masih Menjanjikan

Selasa, 6 Agustus 2019 10:54 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Pertumbuhan Melambat, Bahana Nilai Perbankan Hingga Infrastruktur Masih Menjanjikan Perdagangan IHSG di Gedung BEI. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Bahana Sekuritas menilai pertumbuhan ekonomi yang melambat membuka peluang bagi penurunan suku bunga lebih lanjut. Ekonomi Indonesia pada kuartal dua tahun ini masih memperlihatkan tren pertumbuhan yang melambat sebagai dampak dari memburuknya kinerja ekspor akibat dari perang dagang antara Amerika dan China.

Bank Indonesia telah memotong suku bunga acuan atau BI 7-Day Repo Rate sebesar 25 basis points (bps) menjadi 5,75 persen dari yang sebelumnya sebesar 6 persen, pada Juli untuk mendorong geliat perekonomian ditengah-tengahnya rendahnya perkiraan inflasi hingga akhir tahun ini. Babak baru kebijakan moneter longgar telah dimulai BI, setelah sejak Mei 2018, Bank Indonesia menempuh kebijakan moneter ketat untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

Kepala Riset Bahana Sekuritas Lucky Ariesandi menilai, ke depan, Bank Indonesia memandang masih terbuka ruang bagi kebijakan moneter yang akomodatif sejalan dengan rendahnya prakiraan inflasi dan perlunya mendorong momentum pertumbuhan ekonomi lebih lanjut.

"Bila sebelumnya BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi berada dibawah titik tengah kisaran 5 persen - 5,4 persen, dengan masih terbukanya penurunan suku bunga lebih lanjut, pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun ini diperkirakan bisa berada di atas 5,2 persen," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (6/8).

Bahana menilai sektor perbankan khususnya bank yang memiliki current account and saving account (CASA) atau yang lebih dikenal dengan dana murah sedikit akan diuntungkan karena beban untuk biaya dana akan turun, juga bank yang memiliki loan to deposit ratio (LDR) tinggi akan mendapat dampak positif karena bunga pinjaman masih relatif tinggi.

Sektor infrastruktur terkait telekomunikasi dan konstruksi juga akan mendapat keuntungan karena sektor-sektor ini memiliki utang yang cukup besar, dengan adanya tren penurunan suku bunga ini, maka beban biaya pinjaman akan turun.

"Sektor properti dan otomotif yang sangat sensitif terhadap suku bunga juga akan diuntungkan karena penurunan bunga kredit akan mendongkrak penjualan properti, mobil dan motor," papar Lucky. [bim]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini