Pertumbuhan Ekonomi RI Diperkirakan Mulai Pulih di Kuartal II-2021

Senin, 14 Desember 2020 16:34 Reporter : Merdeka
Pertumbuhan Ekonomi RI Diperkirakan Mulai Pulih di Kuartal II-2021 pertumbuhan ekonomi. shutterstock

Merdeka.com - Peneliti Senior sekaligus Ekonom PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Poltak Hotradero memperkirakan, pertumbuhan ekonomi baru mulai pulih di kuartal II dan III tahun 2021. Hal ini dikarenakan banyak aspek ekonomi yang kembali menggeliat di periode tersebut.

"Kuartal I 2021 mungkin akan berat, akan tetapi ke depan kalau kita lihat setelah Maret akan mulai tumbuh sehingga kuartal II dan III akan ada pertumbuhan yang lebih baik. Meskipun angka pertumbuhan ekonomi di tahun 2020 jelek banget," kata Poltak dalam Allianz Journalist Writing Competition Announcement, Senin (14/12).

Selain itu, kehadiran vaksin covid-19 juga mampu mendorong pemulihan ekonomi. Sehingga, bisa mendukung kembali aktivitas sosial dan mendorong pertumbuhan ekonomi menjadi positif.

"Jadi kita melihat proyeksi umum bahwa ada perbaikan pada aktivitas manusia, orang-orang sudah tahu bagaimana cara menjaga diri dan juga ada vaksin yang kita lihat saat ini ada 3 vaksin yang sudah lulus uji klinik fase 3, kedepannya akan lebih banyak lagi vaksin sehingga diperkirakan tahun 2021 keadaan lebih menjadi baik," imbuhnya.

Dia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi dunia di 2020 diperkirakan masih kontraksi. IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia di 2020 minus 4,4 persen, dan tahun 2021 sebesar 5,2 persen. Sementara Asian Development Bank (ADB) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Asia di 2020 minus 0,7 persen, dan tahun 2021 sebesar 6,8 persen.

Dari Indonesia, Kementerian Keuangan memperkirakan pertumbuhan ekonomi di 2020 antara minus 1,7 persen hingga minus 0,6 persen. Sementara proyeksi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh OECD tahun 2020 minus 3,3 persen, dan prediksi tahun 2021 sebesar 5,3 persen.

Sedangkan menurut ADB tahun 2020 Indonesia diprediksi minus 1 persen, namun tahun 2021 Indonesia diproyeksikan tumbuh positif 5,3 persen. "Fokus tahun 2021 itu ekonomi akan membaik lebih baik dari 2020," katanya.

Diketahui, pertumbuhan ekonomi Indonesia sempat kontraksi selama 2 kuartal berturut-turut. Di kuartal II-2020 mencapai minus 5,32 persen, dan di kuartal III-2020 mencapai minus 3,4 persen. Meski mengalami kontraksi, namun pertumbuhan ekonomi dinilai sudah mulai menunjukkan perbaikan.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com [azz]

Baca juga:
Menko Airlangga Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV-2020 Minus 2 Persen
Pemulihan Ekonomi & Pengembangan Vaksin Bawa Sektor Properti Menguat di 2021
Kemendag: Semua Indikator Ekonomi Indonesia dalam Tren yang Baik
Omzet Penjualan Pernak-Pernik Natal Turun 50 Persen
Pacu Ekonomi Jabar, 20 Ton Olahan Kelapa Senilai Rp424 Juta Diekspor ke Arab Saudi
Pilkada Serentak Gagal Denyutkan Ekonomi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini