Pertumbuhan Ekonomi Papua Barat dan Maluku Negatif di Kuartal II- 2019

Senin, 5 Agustus 2019 14:39 Reporter : Merdeka
Pertumbuhan Ekonomi Papua Barat dan Maluku Negatif di Kuartal II- 2019 pertumbuhan ekonomi. shutterstock

Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat realisasi pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,05 persen pada kuartal II-2019. Secara spasial Pulau Maluku dan Papua mengalami pertumbuhan ekonomi yang terkontraksi atau negatif 13,12 persen, lebih dalam dari kuartal I-2019 yang terkontraksi 10,44 persen.

Meski demikian, kontribusi Pulau Maluku dan Papua terhadap perekonomian Indonesia tercatat rendah yakni hanya 2,17 persen. Adapun perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal II-2019 mencapai Rp3.963,5 triliun.

"Pulau Maluku dan Papua mengalami pertumbuhan yang negatif, karena ada dua provinsi yang tumbuh negatif yakni Papua Barat dan Papua," ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (5/8).

Sementara Pulau Sulawesi mengalami pertumbuhan ekonomi tertinggi sebesar 6,76 persen. Meski demikian kontribusinya terhadap ekonomi nasional juga rendah hanya sebesar 6,34 persen.

Berbeda dengan Pulau Jawa yang tercatat memiliki sumbangan terhadap perekonomian nasional sebesar 59,11 persen. Lebih dari separuh perekonomian Indonesia berasal dari pulau tersebut, meski pertumbuhan ekonominya sebesar 5,68 persen.

"Jadi secara spasial, struktur ekonomi memang tidak banyak berubah. Ini memang butuh waktu yang sangat panjang," kata dia.

Adapun untuk Pulau Bali dan Nusa Tenggara mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 5,05 persen, kontribusinya terhadap perekonomian nasional juga hanya sebesar 3,06 persen. Lalu Pulau Kalimantan tercatat ekonominya tumbuh 5,33 persen dengan kontribusi terhadap ekonomi nasional sebesar 8,01 persen.

Sementara itu, Pulau Sumatera mengalami pertumbuhan ekonomi 4,62 persen, berada di bawah pertumbuhan ekonomi nasional. Kontribusi Sumatera masih menjadi salah satu yang terbesar pada perekonomian nasional sebesar 21,31 persen.

Reporter: Bawono Yadika

Sumber: Liputan6.com [idr]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini