Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2020 Diproyeksi Terkoreksi Dalam

Rabu, 20 Mei 2020 19:36 Reporter : Dwi Aditya Putra
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2020 Diproyeksi Terkoreksi Dalam pertumbuhan ekonomi. ©2019 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal II-2020 bakal terkoreksi dalam. Pemerintah pun terus melakukan langkah kebijakan secara hati-hati dan terus memantau kondisi perekonomian akibat dampak dari virus corona atau Covid-19.

"Kita sih terus mengamati perkembangan perekonomian. Kalo kita lihat sekarang ada tekanan cukup dalam. Karena itu kita sangat consius memastikan bahwa kita mengamati perekonomian hati-hati," kata dia dalam video conference di Jakarta, Rabu (20/5).

Dia tak menampik situasi kritis sekarang ini menyebabkan beberapa variabel menjadi sangat sensitif. Sebab itu, dalam proses perbaikan kondisi ekonomi harus lebih digalakan kembali.

"Dalam proses perbaikan melihat kondisi ekonomi mungkin bukan hanya dari data standar seperti yang selama ini, tapi dilihat berdasarkan listrik di daerah, kita sedang bangun ini di BKF," jelas dia.

"Kita sudah minta detail ini. Karena hanya kalau dilihat penjualan biasa seperti semen kendaraan bermotor, variabel standar. Kuartal kedua kan ini baru Mei, sebentar lagi kita coba exercise untuk nowcasting," tandas dia.

1 dari 1 halaman

Tumbuh Negatif

Direktur Utama Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia, Mirza Adityaswara memperkirakan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2020 akan berpotensi negatif. Sebab, pada kuartal ini nyaris tidak ada kegiatan perekonomian sama sekali akibat pemberlakuan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran covid-19.

"Kalau kita lihat begitu, pada kuartal II ini bisa negatif, karena kuartal II itu bisa dibilang tidak ada aktivitas, sedikit sekali aktivitas sektor riil karena ada PSBB di berbagai kota, termasuk di Jakarta," ujarnya dalam webinar LPPI, Selasa (19/5).

"Misalnya saja sektor industri di kuartal I itu hanya tumbuh 2,06 persen. Itu kuartal I, kuartal II ini bisa saja menjadi negatif," imbuhnya. [azz]

Baca juga:
Sektor Jasa Melambat Buat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Turun Jadi 2,97 Persen
Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga Acuan 4,5 Persen
Gubernur Bank Indonesia Prediksi Ekonomi Dunia Tumbuh Minus 2,2 Persen di 2020
Ekonomi Indonesia di Kuartal II Diperkirakan Tumbuh Negatif
Skenario Pemerintah Masuki Kondisi Normal Baru Pasca Pandemi Corona
Sri Mulyani Catat Dana Pemulihan Ekonomi Akibat Corona Capai Rp 641,17 T

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini