Pertamina: Warga Jakarta sudah mulai bisa pasang RFID

Jumat, 31 Mei 2013 17:29 Reporter : Saugy Riyandi
SPBU. Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - PT Pertamina (Persero) telah melakukan simulasi pemasangan Radio Frequention Identification (RFID) atau Sistem Monitoring Pengendalian (SMP) Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (persero) Ali Mundakir mengatakan pemasangan yang dimulai pada empat Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) di Jakarta tersebut merupakan bentuk sosialisasi kepada masyarakat tentang alat pencatat konsumsi BBM bersubsidi.

"Untuk memasang RFID di kendaraan, silahkan datang ke SPBU terdekat. Gratis. Tidak dikenakan biaya apapun," ujar Ali saat melakukan sosialisasi di SPBU Abdul Muis, Jakarta, Jumat (31/5).

Ali menambahkan hanya butuh waktu sekitar lima menit, perangkat RFID berupa chip sudah selesai dan dipasang di mulut tangki kendaraan. "Kalau chip ini dicabut maka sistem akan rusak dan nozzle (kepala selang dispenser) tidak bisa mengalirkan BBM subsidi," kata dia.

Sementara itu, Deputi Teknik dan Operation PT Inti Prawito mengatakan untuk memasangkan RFID di SPBU membutuhkan dana minimal Rp 200 juta.

Tata cara pemasangan RFID di kendaraan ini sendiri, pertama pemilik kendaraan melakukan registrasi kemudian Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dibawa untuk registrasi untuk difoto, terakhir diunggah ke data Center Pertamina.

"Lalu ada software registrasi, kemudian kita catat plat nomornya dalam data center kita rekam kita kirim ke data center jadi master data center," jelas dia.

Setelah di foto dan masuk ke program RFID, ada perangkat bernama issuing unit yang masuk perangkat RFID melalui software memasukkan data. [bmo]

Topik berita Terkait:
  1. Pembatasan BBM
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.