Pertamina Sebut Pengoptimalan Energi Terbarukan Indonesia Butuh Investasi Besar

Senin, 30 November 2020 15:02 Reporter : Merdeka
Pertamina Sebut Pengoptimalan Energi Terbarukan Indonesia Butuh Investasi Besar Pipa Panas Bumi. ©2014 merdeka.com/alwan ridha ramdhani

Merdeka.com - Penggunaan energi panas bumi sebagai pembangkit di Indonesia masih rendah.Untuk geothermal, pemanfaatannya baru 2,13 GW atau 8,9 persen dari potensinya 23,9 GW.

SVP Strategic & Investment Pertamina, Daniel Purba, mengatakan perlu adanya insentif dan komitmen dari pemerintah dalam pemanfaatan geothermal sebagai energi utama untuk pembangkit listrik (base load).

"Potensi kita cukup besar. Tentunya ini challenge-nya adalah dari sisi keekonomian project-nya. Karena cadangan-cadangan energi yang sangat besar ini untuk bisa diwujudkan untuk menjadi energi yang bisa dikonsumsi membutuhkan index investment yang tidak kecil," kata dia dalam webinar INDEF - Proyeksi Ekonomi Indonesia 2021, Senin (30/11).

Saat ini, kapasitas geothermal yang terpasang oleh Pertamina totalnya sudah 670 MW. Sementara, target 5 tahun mendatang, Pertamina akan melipatgandakan kapasitas yang sekarang menjadi 1,3 GW.

"Indonesia memang secara global ini ada di rank kedua, di bawah Amerika dengan total kapasitas yang ada di atas 2 GW, dan saya kira ini akan terus berkembang ke depan meskipun kalau dilihat kapasitas ini hanya 8,9 persen yang baru termonetize," kata Daniel.

Baca Selanjutnya: Pengusaha Dukung Pemerintah Jembatani Kesenjangan...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini