Pertamina sebut konsumsi bahan bakar nabati naik 10 Persen

Jumat, 29 November 2013 21:04 Reporter : Nurul Julaikah
Pertamina sebut konsumsi bahan bakar nabati naik 10 Persen Antrian kendaraan di SPBU. ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - PT Pertamina mengklaim telah menjalankan kebijakan pemerintah mengenai penggunaan biodiesel yang 10 persennya dicampur dengan bahan bakar nabati. Kebijakan tersebut dikeluarkan pada Agustus lalu yang merupakan paket kebijakan pemerintah untuk menekan impor yang jadi pemicu defisit neraca berjalan Indonesia selama beberapa waktu terakhir ini.

"Kebijakan Agustus itu penetapan persentase bahan bakar nabati 10 persen sudah dilaksanakan," ujar Senior Vice President Retail Marketing Pertamina Suhartoko usai menghadiri rapat koordinasi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (29/11).

Pertamina juga mengklaim, kebijakan ini turut meningkatkan konsumsi bahan bakar nabati (BBN). Pertamina mencatat kenaikan konsumsi BBN dari 7 persen menjadi 10 persen. Meskipun meningkat, Suhartoko meyakinkan, persediaan BBN tercukupi.

Dalam sehari, kebutuhan BBN mencapai sekitar 42.000 kiloliter, tergantung jumlah solar yang disalurkan. Sementara itu, sebagian solar di Pertamina masih diimpor. Dia menegaskan, secara perlahan solar akan diganti dengan BBN.

Dia meyakini, konsumsi BBN bakal meningkat tajam tahun depan. Dari 1 juta kiloliter menjadi 3,3 juta kiloliter. "Akan melonjak ditahun 2014, secara tidak langsung solar akan terkurangi oleh fame," ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan wacana penggunaan renewable energy berupa biodiesel, bakal dilaksanakan.

Hatta mengatakan, penerapan kebijakan penggunaan biodiesel itu masuk dalam paket kebijakan pemerintah untuk menekan impor. Utamanya impor migas yang menjadi pemicu defisit neraca berjalan Indonesia beberapa waktu terakhir ini.

"Biodiesel sudah (siap diterapkan), dan juga kami mempersiapkan katakanlah sumber energi terbarukan kita, jadi seluruh sumber yang ada bersifat renewable kita gunakan dengan paket-paket kebijakan geothermal," kata Hatta di Hotel Four Season, Jakarta, Selasa (10/9).

Hatta meyakini, pemberlakuan kebijakan ini akan menghemat anggaran negara. Dia menyebutkan, total konsumsi solar selama ini mencapai 34-35 juta kiloliter per tahun. Dari jumlah tersebut, hanya sebagian kecil yang diproduksi di dalam negeri, sisanya diimpor. Kondisi ini yang memberatkan pemerintah, terlebih di saat dolar AS menguat.

Kebijakan penggunaan biodiesel mewajibkan 10 persennya dicampur dengan bahan bakar nabati, maka anggaran negara yang dihemat cukup signifikan. " Kalau 10 persen saja sudah USD 3 miliar (penghematan)," jelasnya.

Kebijakan tersebut, kata Hatta, utamanya akan diterapkan pada perusahaan-perusahaan yang mendapat subsidi dari pemerintah. Semisal PT KAI. Namun, biodiesel ini juga akan digunakan untuk semua transportasi umum. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pertamina
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini