Pertamina Sebut Impor BBM Tergantung Kapasitas Kilang

Senin, 31 Agustus 2020 16:55 Reporter : Merdeka
Pertamina Sebut Impor BBM Tergantung Kapasitas Kilang Kilang. Ilustrasi shutterstock.com

Merdeka.com - Komisi VII DPR menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PT Pertamina (Persero). Setidaknya, ada 7 agenda rapat, salah satunya membahas proyeksi volume impor minyak mentah dan impor BBM dari 2020 hingga 2024.

Pimpinan rapat dengar pendapat (RDP) Komisi VII DPR, Ramson Siagian mencecar Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati terkait proyeksi impor BBM Pertamina hingga 2024.

Hal ini lantaran Nicke dinilai tidak memberikan jawaban tegas dan langsung. Malah menurutnya, bos Pertamina tersebut melebar dari pokok pertanyaan.

"Berapa yang bisa diimpor Pertamina hingga 2024? Biar kita tahu ketahanan energi kita seperti apa," kata Ramson, Senin (31/8).

Alih-alih menjawab, Nicke justru menjelaskan mengenai proyek RDMP (Refinery Development Master Plan). Dia menjelaskan hal itu sebagai latar belakang untuk menjelaskan volume impor.

Melengkapi penjelasan Nicke, SVP Corporate Strategic Growth Daniel Purba menjelaskan Pertamina masih akan mengimpor minyak mentah sekitar 250.000 hingga 300.000 barel per hari. Sementara untuk impor BBM, Pertamina masih akan mengimpor sekitar 250.000 barel per hari sampai dengan beroperasinya kilang baru yang akan beroperasi sebelum 2024.

"Dengan demikian, nanti kita bisa melihat dengan bertambahnya kapasitas kilang Balikpapan, impor BBM akan mengalami penurunan, crude-nya naik, BBM-nya turun," jelas dia. [idr]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pertamina
  3. Impor BBM
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini