Pertamina kembali evaluasi harga BBM untuk September 2018

Selasa, 14 Agustus 2018 15:43 Reporter : Merdeka
Pertamina kembali evaluasi harga BBM untuk September 2018 SPBU. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - PT Pertamina (Persero) tengah melakukan evaluasi untuk menentukan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi, naik atau tetap pada periode September 2018.

Vice President Retail Fuel Marketing Pertamina, Jumali ‎mengatakan, setelah melakukan kenaikan harga BBM pada Juli 2018, Pertamina kembali mengevaluasi harga yang ditetapkan saat ini, untuk mengambil keputusan penetapan harga pada September 2018.

"Sedang dievaluasi kemarin kan baru naik Juli," kata Jumali, di Jakarta, Selasa (14/8).

Menurut Jumali, Pertamina belum mengajukan usulan harga baru ke Kementerian Eneri Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk periode September 2018, sebab penetapan harga belum diputuskan. "Sedang kita evaluasi secara internal," tegasnya.

Untuk diketahui, PT Pertamina (Persero) menaikkan harga Pertamax Cs mulai 1 Juli 2018 pukul 00.00 WIB. Kenaikan harga bahan bakar minyak nonsubsidi itu akibat terus meningkatnya harga minyak dunia.

"Minyak mentah itu lebih dari 90 persen untuk pembentukan harga. Apalagi sekarang kita sudah jadi negara pengimpor minyak," kata Vice President Corporate Communication, Adiatma Sardjito saat dihubungi Liputan6.com.

Tak hanya harga minyak yang meroket, kenaikan harga Pertamax Cs juga dipicu menguatnya nilai tukar dolar terhadap rupiah. "Meski kontribusinya tidak begitu besar," terang dia.

Khusus di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jakarta, Jawa Barat dan Banten, harga Pertamax naik Rp 600 menjadi Rp 9.500 per liter. Kemudian harga Pertamax Turbo naik Rp 600 menjadi Rp 10.700 per liter.

Sementara harga Pertamina Dex naik Rp 500 menjadi Rp 10.500 per liter. Harga Dexlite naik Rp 900 menjadi Rp 9.000 per liter. Sedangkan Pertamax racing tetap Rp 42.000, dan Pertalite masih dibanderol Rp 7.800 per liter. Harga solar nonsubsidi, premium dan biosolar juga tak berubah.

Tak hanya di Jawa Bagian Barat, Pertamina juga menyesuaikan harga untuk harga BBM nonsubsidi di seluruh provinsi di Indonesia. Namun, lanjut Adiatma, ada juga 2 provinsi yang turun harga yaitu Maluku dan Maluku Utara.

"Alasannya karena daya beli di sana rendah dan konsumsinya juga kecil. Dengan turunnya harga, semoga bisa meningkatkan konsumsi di sana," terangnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com [idr]

Topik berita Terkait:
  1. Pertamina
  2. SPBU
  3. Harga BBM
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini