Pertamina: Kami jual BBM ke Timur Leste sebagai ekspansi bisnis

Rabu, 22 Juni 2016 15:19 Reporter : Idris Rusadi Putra
Pertamina: Kami jual BBM ke Timur Leste sebagai ekspansi bisnis Pertamina. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Wianda Pusponegoro membantah tudingan yang menyebut kendaraan warga negara asing mengisi atau membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium di Indonesia. Salah satu contohnya terjadi di Timor Leste.

Menurut Wianda, Pertamina selama ini justru melakukan ekspansi usaha ke Timur Leste dengan menjual BBM umum seperti Pertamax dan Pertamina Dex.

"Kami justru menjual BBM Pertamina di Timor Leste sebagai kegiatan ekspansi bisnis, yang dijual adalah BBM umum seperti Pertamax dan Pertamina Dex," ucap Wianda kepada merdeka.com di Jakarta, Rabu (22/6).

Wianda juga memastikan, harga Pertamax yang dijual di Timur Leste tidak sama seperti di Indonesia. Selain itu, Pertamina selama ini juga tidak pernah menjual BBM jenis Premium ke luar negeri.

"Premium tidak untuk diperjual belikan lintas batas negara karena itu adalah BBM jenis khusus penugasan yang perlu izin pemerintah untuk distribusinya," tegasnya.

Sebelumnya, pengamat hukum internasional Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, DW Tadeus menyebut banyak kendaraan warga negara asing yang mengisi atau membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia. Salah satu contohnya terjadi di Timur Leste.

"Saat ini banyak kendaraan dari Timor Leste yang membeli atau mengisi BBM jenis Premium di daerah kita. Padahal BBM tersebut diberikan oleh pemerintah untuk warga Indonesia yang kurang mampu," kata Tadeus kepada Antara di Kupang, Rabu (22/6).

Melihat fakta ini, dia meminta pemerintahan Jokowi-JK untuk membuat regulasi khusus terkait pengisian BBM oleh warga negara asing (WNA) di Indonesia.

Aturan ini mendesak diperlukan karena bebasnya warga negara tetangga Timor Leste mengisi BBM di setiap SPBU yang ada di wilayah perbatasan Indonesia, seperti di Kota Atambua, Kefamenanu serta SoE dengan harga yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia.

Sementara harga BBM seperti Premium di Timur Leste mencapai USD 1,4 atau setara dengan Rp 13.400 per liter. Harga ini jauh lebih mahal dibanding harga Premium di Tanah Air.

Dia menilai dengan adanya pengisian BBM secara bebas oleh WNA di wilayah Indonesia maka secara tidak langsung warga Timor Leste mencuri minyak dari Indonesia, khususnya jenis premium yang masih bersubsidi.

"Oleh karena itu perlu dibuat sebuah regulasi atau undang-undang khusus untuk mengatur soal hal tersebut," tambahnya.

Pengamat Ekonomi dari Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, Dr Thomas Ola Langodai juga menilai harus ada aturan terkait berapa liter yang harus diisi oleh WNA khususnya warga Timor Leste yang membeli BBM di Indonesia.

"Yang harus dicurigai adalah jika mereka yang membeli BBM subsidi kita dengan jumlah yang banyak dan berjerigen-jerigen. Tetapi kalau hanya sekedar masuk ke wilayah kita dan membelinya saya rasa tidak perlu membuat undang-undang khusus," ujarnya. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini