Pertamina gandeng Menteri Susi bangun SPBU di daerah terpencil

Selasa, 11 Juli 2017 14:17 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Antrean solar nelayan Aceh. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - PT Pertamina siap membangun stasiun pengisian bahan bakar minyak khusus nelayan (SPBN) di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Perusahaan pelat merah ini tinggal menunggu rekomendasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam penentuan lokasi pembangunan.

"Untuk menyediakan fasilitas SPBN kepada nelayan, yakni pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan akan menentukan lokasi-lokasi sentra nelayan yang butuh BBM," kata PT Pertamina Branch Sulut Sulawesi Tengah Gorontalo (Suluttenggo), Gunawan Wibisono, seperti dikutip Antara di Manado, Selasa (11/7).

Dia menegaskan bahwa KKP yang merekomendasikan titik lokasi dan calon pengelola SPBU Nelayan, serta mengevaluasi kebutuhan BBM nelayan secara akurat berdasarkan data jumlah kapal dan data pendukung lainnya.

Untuk alokasi pendanaan dan pembangunan SPBU nelayan, menurut dia, bisa dari pemerintah dalam hal ini KKP atau swadaya masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya.

Pertamina memastikan BBM subsidi untuk nelayan tersalurkan sesuai dengan kuota dan membentuk SPBU nelayan di lokasi yang direkomendasikan oleh KKP. "Kebutuhan nelayan di wilayah 3 T sebetulnya dapat dilayani melalui lembaga penyalur eksisting yang sudah beroperasi di lokasi 3 T tersebut," jelasnya.

Pembelian BBM Subsidi untuk usaha perikanan tangkap diatur dalam Permen Kelautan dan Perikanan Nomor 13/Permen-KP/2015. Ketentuan ini mewajibkan nelayan memliki surat rekomendasi yang dikeluarkan oleh SKPD kabupaten terkait untuk memperoleh BBM subsidi dengan ketentuan dan syarat terpenuhi dahulu.

SPBU nelayan di Sulut, kata dia, ada di enam titik yang beroperasi, yakni Tumumpa Kota Manado, Bitung, Kema Kabupaten Minahasa Utara, Belang Kabupaten Minahasa Tenggara, Ratatotok Kabupaten Minahasa Tenggara, Labuanuki Kabupaten Bolaang Mongon [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini