Pertamina: Energi Baru Terbarukan itu Mahal

Rabu, 27 November 2019 14:54 Reporter : Dwi Aditya Putra
Pertamina: Energi Baru Terbarukan itu Mahal Pertamina. Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Senior Vice President Research and Technology Center (RTC) PT Pertamina (Persero), Dadi Sugiana mengakui cukup sulit untuk mengembangkan energi terbarukan atau renewable energy di Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah harga yang terlalu tinggi untuk bisa masuk ke arah sana.

"Renewable energi itu mahal," kata dia saat ditemui di Jakarta, Rabu (27/11).

Kendati begitu, dirinya meyakini ke depan energi terbarukan bisa dapat lebih murah sehingga bisa dikembangkan di Indonesia.

"Sebenarnya seiring berjalannya waktu degan produk semakin massal produk bisa makin murah, tapi memang di awal butuh kerelaan dari pemerintah dan konsumen," jelas dia.

1 dari 1 halaman

Tantangan Dihadapi Indonesia

Sebelumnya, Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Rinaldy Dalimi, mengungkapkan sejumlah hal yang mesti dilakukan agar Indonesia dapat mencapai target bauran energi 23 persen di 2025. Menurut dia saat ini yang menjadi tantangan bagi pengembangan EBT yakni harga yang masih mahal.

"Jadi permasalahan kita adalah harga. Kalau harga sudah murah, tidak perlu ada lagi tidak perlu lagi harga khusus, tidak perlu lagi subsidi, insentif, dan sebagainya kita akan beli sendiri. Seperti lampu LED sekarang ini. Kemarin saya lihat yang 3 Watt hanya Rp 6.000 sekarang, dulu ratusan ribu rupiah," kata dia dalam pembukaan pameran 'The 7th Edition of INAGREENTECH 2019', JI-Expo Kemayoran, Jakarta.

Kebijakan energi nasional telah mengamanatkan bahwa perhitungan tarif listrik EBT menggunakan skema fit in tariff. "Harga EBT diamanatkan oleh kebijakan energi Nasional bahwa dia adalah fit in tariff. Fit in tariff berarti itu harus di-compare dengan harga energi setempat," urai dia.

Sebagai contoh, dia mengatakan bahwa perhitungan tarif EBT di daerah Papua, tidak bisa dibandingkan dengan harga di Pulau Jawa. Sebab tentu harganya menjadi tidak kompetitif.

"Misalnya di Papua harga energi di sana mahal sekali. Harga EBT harus di-compete dengan harga di sana bukan dengan harga di pulau Jawa," jelas dia. [idr]

Baca juga:
Terobosan Budi Gunadi Sadikin Jadi Wakil Komisaris Utama Pertamina
Anak Buah Menko Luhut Harap Ahok dan Budi Gunadi Wujudkan Kemandirian Energi
Ahok Hadiri Acara Pertamina Energy Forum
Bos Pertamina: Banyak Perusahaan Minat Jadi Calon Mitra Blok Mahakam
Pemerintah Putuskan Tambah Kuota Solar Subsidi
Pertamina Cari Rekan untuk Produksi Baterai Kendaraan Listrik

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini