Pertamina Catat Penurunan Penjualan Avtur Akibat Tiket Pesawat Mahal

Senin, 29 April 2019 13:34 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Pertamina Catat Penurunan Penjualan Avtur Akibat Tiket Pesawat Mahal pengisian bahan bakar avtur pesawat. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - PT Pertamina (Persero) mencatat penurunan konsumsi avtur sejak awal 2019. Jika dibandingkan pada 2018, maka rata-rata normal atau Daily Objective Throughput (DOT) mengalami penurunan sebesar 12,8 persen.

Vice President Aviation Pertamina, Eldi Hendri mengakui konsumsi avtur pada 2019 menurun. Salah satu hal yang diduga menjadi penyebabnya yakni naiknya harga tiket.

"Untuk avtur kita sama-sama ketahui di awal 2019 dunia penerbangan kita secara frekuensi menurun. Mungkin karena cari tiket saja sekarang cukup sulit jadi secara frekuensi turun dibanding 2018," kata dia, di Jakarta, Senin (29/4).

Meskipun demikian, pihaknya tetap memprediksi kenaikan konsumsi avtur hingga 8 persen di waktu jelang Lebaran alias di masa kerja Satgas RAFI 2019. Diketahui DOT avtur selama tahun 2019 diprediksi sebesar 13.414 KL.

"Untuk satgas kali ini. Tahun lalu kenaikannya 5 persen tahun ini normal kita 13.500 per day bisa naik 8 persen pada saat puncak hari raya nanti jadi sekitar 14.500an. Kita prediksi puncaknya nanti naik sampai 8 persen dari kondisi normal," ungkapnya.

Vice President Supply & Distribution Faris Aziz, mengatakan, sepanjang 2019, Pertamina sudah tidak lagi melakukan impor avtur. Sebab sudah dapat diproduksi di kilang-kilang milik Pertamina. "Yang dominan sumbang ada RU (Refinery Unit) 4 cilacap. Setelah itu Revinery Unit 6," jelas dia

Saat ini stok avtur Pertamina mencapai 615.512 KL dapat memenuhi kebutuhan hingga tersedia 48 hari. "Produksi kebutuhan kita stok kita 48 hari. Jadi memang dari produksi kita 13 ribu KL per day kali 48 hari itulah ketahanan stok kita," tandasnya. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini