Pertamina Cari Mitra Baru Perluas Pembangunan Kilang BBM Ramah Lingkungan

Rabu, 9 Oktober 2019 17:15 Reporter : Merdeka
Pertamina Cari Mitra Baru Perluas Pembangunan Kilang BBM Ramah Lingkungan Kilang. Ilustrasi shutterstock.com

Merdeka.com - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan, pihaknya akan memperluas jaringan kilang penghasil bahan bakar ramah lingkungan (green refinery) di Indonesia Tengah dan Timur. Untuk itu, Pertamina akan mencari mitra baru untuk mewujudkan hal ini.

Sebelumnya, Pertamina telah bekerja sama dengan perusahaan minyak asal Italia, ENI, dalam melakukan konversi Kilang Plaju di Palembang menjadi Green Refinery pertama di Indonesia.

"Nanti kan harus ada di Indonesia bagian barat, tengah dan timur, jadi kita terbuka. Kalau ada teknologi lain, kita bikinnya kan bukan cuma satu‎," kata Nicke saat menghadiri perayaan hari listrik nasional, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Rabu (9/10).

‎Terkait dengan kemajuan pembangunan kilang penghasil bahan bakar ramah lingkungan Plaju, saat ini Pertamina dan ENI sedang melakukan penyelesaian tahap desain. "Sementara masih sama karena sedang finalisasi untuk tahap desain," tandasnya.

Diketahui, PT Pertamina Refinery Unit (RU) III, Plaju Palembang, mengembangkan green energy dalam industri Bahan Bakar Nabati (BBN) di Indonesia. Energi baru terbarukan ini diyakini mampu menghemat kas perseroan hingga USD 160 juta atau Rp 2,3 triliun per tahun, dan mengurangi impor minyak sebesar 7,36 ribu barel per hari.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengapresiasi Green Refinery pertama di Indonesia yang telah dikembangkan Pertamina di Refinery Unit (RU) III, Plaju, Palembang. Hal ini dalam rangka menciptakan udara yang bersih dengan produksi BBM yang bersih.

"Pertamina telah concern terhadap produksi bahan bakar ramah lingkungan yang berasal renewable resources. Kita harus terus membangun dan menyiapkan green energy untuk generasi masa depan," ungkap Jonan saat kunjungan kerja ke Palembang, Kamis (17/1).

Menurut dia, green energy tersebut berupa mengolah minyak kelapa sawit (CPO) menjadi bahan bakar minyak (BBM). Prosesnya mencampurkan residu kelapa sawit atau bagian lain dari ke minyak atau bahan bakar.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com [azz]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini