Persiapan Piala Dunia 2022, Qatar butuh pasokan pekerja Indonesia

Senin, 9 Mei 2016 09:21 Reporter : Moch Wahyudi
Persiapan Piala Dunia 2022, Qatar butuh pasokan pekerja Indonesia Pekerja migran di Qatar. rt.com

Merdeka.com - Qatar membutuhkan banyak pekerja Indonesia untuk pembangunan berbagai proyek besar dalam rangka persiapan Piala Dunia 2022. Untuk itu, negara di Jazirah Arab tersebut menjanjikan penambahan kuota tenaga kerja dari 40 ribu menjadi 50 ribu.

Konselor Politik Kedutaan Besar RI di Doha Boy Dharmawan mengatakan, sebagai tindak lanjut pejabat Qatar akan berkunjung ke Indonesia pada 14 Mei 2016.

"Mereka meminta bantuan KBRI Doha agar kunjungan membahas mengenai peluang tenaga kerja di Qatar dengan kementerian dan pihak-pihak terkait di Indonesia berhasil dengan maksimal," katanya seperti diberitakan Antara, di London, Senin (9/5).

Awal bulan ini, Duta Besar RI untuk Qatar Muhammad Basri Sidehabi berkonsultasi dengan Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri. Mereka membahas peluang tenaga kerja di Qatar serta dampak dari pelarangan pengiriman tenaga kerja informal ke Timur Tengah.

Pada pertemuan tersebut, Hanif kembali menegaskan mengenai kebijakan pemerintah melarang penempatan tenaga kerja pada pengguna perorangan di negara-negara Timur Tengah.

Hanif meminta agar perwakilan Indonesia di Timur Tengah, khususnya Qatar, fokus menangani buruh migran agar memiliki legalitas. Selain itu, Hanif juga mendorong penempatan TKI terampil pada sektor formal.

Sidehabi menjelaskan Qatar menjanjikan tambahan kuota tenaga kerja dari 40 ribu saat ini menjadi 50 ribu. Dari jumlah sekitar 40 ribu, sekitar 10 ribu adalah tenaga kerja terampil dan sisanya 30 ribu tenaga kerja infomal.

Negara yang memiliki pendapatan per kapita USD 100 ribu dolar ini hanya memiliki penduduk asli sekitar 17 persen dari total populasi 2,5 juta. Selebihnya merupakan ekspatriat asing termasuk dari Indonesia.

Diutarakan pula bahwa hanya 0,4 persen dari buruh migran Indonesia yang bermasalah di Qatar. [yud]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini