Perpindahan Penerbangan Mulai Berlaku, Ini Dampak Bandara Husein Sastranegara & BIJB

Senin, 1 Juli 2019 15:24 Reporter : Aksara Bebey
Perpindahan Penerbangan Mulai Berlaku, Ini Dampak Bandara Husein Sastranegara & BIJB Bandara Kertajati. ©2018 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Pemindahan penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) mulai berlaku hari ini. Kebijakan ini mulai berpengaruh pada kedua bandara dari sisi kepadatan penumpang.

Diberitakan sebelumnya, ada sekitar 56 penerbangan domestik yang berpindah secara bertahap mulai 1 Juli 2019. Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi mengatakan, penerbangan domestik yang pindah ke BIJB Kertajati merupakan pesawat berjenis jet, sementara pesawat jenis propeller dan penerbangan internasional tetap di Bandara Husein Sastranegara.

"Yang tetap di Bandung adalah semua pesawat propoller dan semua penerbangan luar negeri yang totalnya 32 penerbangan (20 propoller dan 12 penerbangan internasional). Itulah bagian yang sudah kita sepakati. Insyaallah kita bisa laksanakan dengan baik," katanya saat persiapan BIJB Kertajati, Majalengka, Selasa (18/6) lalu.

Penerbangan domestik yang pindah ke BIJB Kertajati antara lain penerbangan dengan tujuan Banjarmasin, Batam, Bali, Medan, Pekanbaru, Pontianak, Ujung Pandang dengan maskapai Garuda, Lion, Sriwijaya, Nam, Wings, Air Asia, Citilink.

Saat ini, tahap pertama perpindahan penerbangan ada 13 rute dari Bandara Husein Sastranegara Bandung beralih ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB).

Eksekutif General Manajer Bandara Husein Sastranegara Andika Nuryaman mengakui ada penurunan penumpang. Namun, hal itu tidak terlalu berdampak signifikan. Karena, semua kebijakan sudah disosialisasikan kepada masyarakat secara massif.

Untuk mengganti penerbangan yang berpindah, pihaknya berupaya menambah rute penerbangan. "Penambahan lain yang Surabaya ke Jogja itu sudah kita lakukan juga. Termasuk kita mau usaha nambah internasional juga ke Bangkok misalnya. Nanti jumlahnya sama kayak yang pindah," katanya saat dihubungi, Senin (1/7).

Sementara itu, Vice presiden operation and performance BIJB, Agus Sugeng menyebut aktivitas penerbangan maskapai sudah mulai meningkat. Lion Air sudah siap melakukan 11 hingga 13 penerbangan, Citilink 6 kali penerbangan, Garuda dan Air Asia masing-masing satu kali penerbangan.

Puncak sibuk aktivitas penerbangan terjadi sekitar pukul 14.00 -15.00 WIB. "Kalau dari data rata-rata, sekitar 60-70 persen. Itu hal biasa, dan normal di penerbangan tidak Semuanya penuh dan tidak semuanya kosong," terangnya.

Disinggung mengenai layanan transportasi, pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan DAMRI. Dari Bandung setiap hari disediakan lima bus, namun karena masih kurang BIJB menyiapkan 23 ribu seat disiapkan secara gratis.

"Tapi moda transportasi lain itu banyak yang diskon cukup besar bahkan sampai 50 persen di masa transisi ini. Nah dari 23 ribu seat tadi kalau habisnya 10 hari paling lama, itu akan kita evaluasi lagi, apakah perlu ditambah dan seterusnya," ucapnya.

"Jadi kita fleksibel ikutin jumlah penumpang, kalau penumpang banyak, bus kita tambah. Kalau DAMRI sendiri sudah siap berapapun yang dibutuhkan tinggal di call datanya dari manifest,"pungkasnya. [idr]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini