Perlambatan Ekonomi Dunia Pengaruhi Neraca Perdagangan Indonesia

Selasa, 28 Juli 2020 14:54 Reporter : Anisyah Al Faqir
Perlambatan Ekonomi Dunia Pengaruhi Neraca Perdagangan Indonesia Ekspor Impor. ©shutterstock.com

Merdeka.com - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mengatakan secara umum total perdagangan internasional Indonesia dengan para mitra dagang menurun drastis. Sejak Januari-Mei 2020 terjadi penurunan sebesar 11,25 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2019.

"Dalam kurun waktu Januari-Mei 2020, dibanding Januari-Mei 2019 minus 11,25 persen," kata Tauhid dalam diskusi INDEF bertajuk Mempercepat Geliat Sektor Riil dalam mendukung Pemulihan Ekonomi: Peranan BUMN dalam mendukung pemulihan Ekonomi, Jakarta, Selasa (28/7).

Ini menunjukkan perlambatan ekonomi dunia mempengaruhi neraca perdagangan Indonesia. Implikasinya berpengaruh terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Hal ini dipicu lantaran negara-negara mitra dagang Indonesia mengalami resesi selama 6 bulan.

Kondisi ini akan berimplikasi terhadap potensi pasar, ekspor Indonesia maupun. Termasuk Indonesia yang mengurangi impor terutama untuk bahan baku. Implikasi selanjutnya, dari sisi FDI (Foreign Direct Investment) atau investasi langsung luar negeri yang mengalami penurunan cukup jauh.

"FDI kita meski tidak turun relatif besar dibanding bulan lalu, tapi kalau dibandingkan Januari saya kira sudah terkoreksi cukup dalam," imbuhnya.

1 dari 1 halaman

Penurunan yang terjadi bisa mencapai Rp 105 triliun dari saat ini hanya Rp 97 triliun. Penurunan ini cukup drastis dalam kurun waktu 6 bulan. Dia menambahkan secara total FDI bisa berkurang sampai 30 - 40 persen tahun ini. Hal ini pun perlu diantisipasi agar negara-negara mitra dagang mempertahankan investasinya di Indonesia.

Salah satu dampak yang terasa dari kondisi mitra dagang yang mengalami resesi yakni jumlah wisatawan mancanegara. Di masa pademi ini hambatan arus wisata karena kebijakan pembatasan sektor transportasi turut memengaruhi kedatangan wisatawan mancanegara.

"Masalah PSBB di sektor transportasi baik antar negara maupun dalam negeri turut mempengaruhi wisata mancanegara dan ini turun drastis," kata dia.

Pada bulan Mei 2020 ini hanya ada 200 ribu kunjungan wisatawan mancanegara. Padahal sebelum pandemi, jumlah wisatawan mancanegara hingga bulan Mei bisa mencapai 1,4 juta sampai 1,5 juta. "Menurut saya dampak di suatu negara akan memiliki implikasi ke negara lain termasuk Indonesia," pungkasnya. [azz]

Baca juga:
Perkembangan Ekspor Dinilai Masih akan Menggembirakan
Neraca Dagang Juni Surplus, BI Perkirakan Defisit Transaksi Berjalan Rendah
Neraca Dagang Juni Surplus, Sri Mulyani Yakin Ekonomi Bisa Pulih di Kuartal III-2020
BPS Catat Neraca Perdagangan Juni 2020 Surplus USD 1,27 Miliar
IA-CEPA Diharapkan Pangkas Defisit Perdagangan dengan Australia
Bos BI Sebut Burden Sharing Akan Pengaruhi Neraca Keuangan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini