Perkuat Daya Saing, LPS Usulkan Merger Bank Syariah

Senin, 12 Oktober 2020 12:17 Reporter : Anisyah Al Faqir
Perkuat Daya Saing, LPS Usulkan Merger Bank Syariah LPS. ©2018 Setkab.go.id

Merdeka.com - Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Fauzi Ichsan mengatakan industri perbankan syariah memiliki prospek besar untuk tumbuh lantaran Indonesia. Sebab, Indonesia memiliki penduduk muslim terbesar di dunia sehingga ada potensi market keuangan dan ekonomi syariah yang besar untuk dikembangkan.

"Kurang dari 40 persen penduduk Indonesia memiliki akses layanan perbankan. Ini membuat potensi sektor keuangan, konvensional dan syariah, besar untuk tumbuh," kata Fauzi dalam siaran persnya Jakarta, Senin (12/10).

Hanya saja, tingkat literasi dan inklusi keuangan di Indonesia masih rendah, terutama terkait keuangan syariah. Wacana merger bank syariah milik BUMN pun kata Fauzi bisa berdampak pada turunnya biaya penggalangan dana bank syariah.

Penurunan biaya pendanaan ini memungkinkan bank syariah hasil konsolidasi nanti memiliki ruang gerak lebih luas untuk menyalurkan pembiayaan terjangkau. Selain itu, merger juga dianggap menjadi solusi untuk mengatasi tingginya biaya operasional dan capital expenditure yang kerap dialami perbankan syariah.

"Dengan konsolidasi, biaya penggalangan DPK, biaya operasional dan biaya capex (yang tadinya beberapa bank investasi di hardware dan software yang sama) bisa ditekan. Ini membuat bank merger bisa lebih kompetitif," papar Fauzi.

Prospek cerah juga dimiliki perbankan syariah karena industri ini terbukti mampu bertahan di tengah pengaruh buruk pandemi Covid-19. Bahkan, kinerja industri perbankan syariah tercatat lebih baik dibanding kondisi perbankan konvensional.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pertumbuhan Pembiayaan Yang Disalurkan (PYD) perbankan syariah per Juni 2020 mencapai 10,13 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka ini lebih tinggi dibanding pertumbuhan penyaluran kredit perbankan konvensional yakni 1,49 persen yoy pada periode tersebut.

Selain itu, perbankan syariah mencatat kenaikan nilai Dana Pihak Ketiga (DPK) yang lebih tinggi dibanding bank-bank konvensional. Pada periode yang sama, pertumbuhan DPK perbankan syariah di Indonesia mencapai 9 persen yoy, sementara industri perbankan konvensional 7,95 persen yoy.

Baca Selanjutnya: Permodalan Perbankan Syariah...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini