Perhapi Beberkan Dampak Buruk dari Aktivitas Tambang Ilegal

Kamis, 20 Desember 2018 13:20 Reporter : Merdeka
Perhapi Beberkan Dampak Buruk dari Aktivitas Tambang Ilegal Tambang ilegal di Karawang. ©2018 Merdeka.com/Bram Salam

Merdeka.com - Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) fokus dalam penertiban tambang mineral dan batubara (minerba) ilegal. Hal ini untuk meningkatkan pengelolaan pertambangan yang lebih baik. Penertiban tambang minerba ilegal menjadi sikap pengurus baru Perhapi, yang diangkat dalam kongres ke-X.

Ketua Umum Perhapi, Rizal Kasali, ‎mengatakan sektor pertambangan minerba membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional maupun daerah, sebab menciptakan lapangan kerja dan menjadi penyumbang pendapatan negara. Namun di sisi lain, ada keresahan akibat kegiatan tambang ilegal.

"Tambang itu ada dua, pertama tambang legal yang memiliki izin dari pemerintah, sesuai Undang-Undang Minerba. Ada pertambangan ilegal, ini memang tidak ada izin, tidak melakukan pertambangan dengan baik," kata Rizal, di Jakarta, Kamis (20/12).

Menurut Rizal keberadaan tambang ilegal membawa dapak negatif, diantaranya merusak lingkungan, membahayakan keselamatan karena tidak memenuhi kaidah keselamatan dan kehilangan potensi pendapatan negara. "Negara harus dapat manfaat pengelolaan sumber daya alam tersebut, ini ‎akan mengacaukan neraca sumber daya nasional karena tidak ada laporan,‎" tuturnya.

Atas banyaknya dampak negatif yang dihasilkan dari pertambangan ilegal, Perhapi pun mendukung pemerintah dan aparat penegak hukum menindak dengan tegas. "Ini harus ditertibkan dan ditindak. Kami mendukung untuk menindak pertambangan ilegal tersebut," tuturnya.

Wakil Ketua Perhapi, ‎Sudirman Widhy Hartono, mengungkapkan kegiatan pertambangan minerba ilegal mencoreng industri pertambangan karena menimbulkan kesan tambang adalah bisnis yang merusak lingkungan. Padahal ada kegiatan pertambangan legal yang memperhatikan kelestarian lingkungan, dengan menerapkan perbaikan lingkungan.

‎"Usaha pertambangan tanpa izin tidak memperhatikan ‎keberlangsungan lingkungan, saya lihat mereka meninggalkan lahan tambang tanpa melakukan reklamasi," tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6 [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini