Pergeseran Menuju Ekonomi Digital Rugikan Industri Lama seperti Hypermart

Rabu, 6 Februari 2019 15:30 Reporter : Merdeka
Pergeseran Menuju Ekonomi Digital Rugikan Industri Lama seperti Hypermart Kepala BKPM Thomas Lembong. ©2018 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Trikasih Lembong tak menampik adanya pergeseran model bisnis dari konvensional menuju digital. Hal ini kemudian merugikan para pelaku usaha yang belum beralih pijakan.

"Memang ada industri lama seperti Hypermart yang terdistribusi dengan bisnis model baru dari offline ke online. Pasti ada pemain lama yang dirugikan," ungkap dia di Jakarta, Rabu (6/2).

Meski begitu, dia tidak memungkiri bahwa kehadiran ekonomi digital saat ini telah memberikan lebih banyak keuntungan, seperti pembukaan lapangan kerja yang lebih luas.

"Mungkin secara makro dan konsumen, manfaat buat konsumen luar biasa. Dari segi lapangan kerja juga ekonomi digital menciptakan jauh lebih banyak lapangan kerja baru dari pada perusahaan offline yang menciut atau tutup," sebutnya.

Oleh karenanya, dia menyambut positif adanya suntikan modal asing sebesar USD 1 miliar untuk Go-Jek yang berasal dari perusahaan luar raksasa seperti Google. Kucuran bantuan dana itu disebutkannya dapat membawa Go-Jek beralih menjadi perusahaan digital berkelas dunia.

"Jadi perusahaan digital kita harus secepat mungkin segera naik kelas jadi pemain dunia. Karena ekonomi digital persaingannya sekarang sudah di tingkat regional dan internasional," tutur dia.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com [idr]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini