Perdagangan Indonesia Anjlok Usai Aksi 22 Mei

Kamis, 23 Mei 2019 07:00 Reporter : Siti Nur Azzura
Perdagangan Indonesia Anjlok Usai Aksi 22 Mei Aksi 22 Mei di depan Bawaslu. ©Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Aksi 22 Mei di Jakarta yang berlangsung ricuh telah memberikan dampak signifikan terhadap perdagangan Indonesia. Bahkan, sebelum aksi ini dilakukan, banyak negara yang telah mengeluarkan imbauan perjalanan (travel advice) dan peringatan keamanan (security alert) terhadap Indonesia.

Menko Darmin mengatakan, kondisi hari ini memang akan membuat investor mempertimbangkan rencana untuk investasi. Tetapi jika kemudian, tidak ada masalah yang cukup besar seharusnya investasi tidak terganggu.

Berikut beberapa dampak aksi 22 Mei terhadap perdagangan Indonesia.

1 dari 5 halaman

IHSG dan Rupiah Melemah

Nilai tukar (kurs) Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi bergerak melemah 10 poin atau 0,07 persen menjadi Rp14.490 per USD dibanding posisi sebelumnya Rp14.480 per USD.

Dikutip Bloomberg, Rupiah terus melemah usai pembukaan sentuh Rp14.528 per USD. Rupiah ditutup menguat tipis di level Rp14.525 per USD.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka melemah 2,98 poin atau 0,16 persen ke posisi 5.948,38. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak turun 0,88 poin atau 0,1 persen menjadi 924,25.

Saat penutupan, IHSG juga ditutup melemah 11,74 poin atau 0,2 persen ke posisi 5.939,64. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 3,4 poin atau 0,37 persen menjadi 921,74.

2 dari 5 halaman

Pengunjung Mal Sepi

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta Ellen Hidayat mengatakan, dari pantauannya hingga saat ini, jumlah kunjungan masyarakat ke ibu kota mengalami penurunan dibandingkan normal.

Namun demikian, Ellen belum bisa memastikan seberapa besar penurunan kunjungan mal pada hari ini. Dia berharap kondisi di Jakarta segera pulih sehingga tidak sampai mengganggu kegiatan ekonomi.

"Dari pantauan memang ada penurunan. Angkanya (penurunannya) belum kami peroleh," kata dia.

3 dari 5 halaman

Tingkat Hunian Kamar Menurun

Ketua Umum Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) Wishnu HS Al Bataafi berharap situasi politik di Jakarta segera kondusif agar tidak berdampak pada sektor pariwisata dan okupansi hotel.

Dia mengatakan, aksi demonstrasi yang terjadi di Jakarta berpengaruh terhadap okupansi hotel terutama di sekitar lokasi aksi. Wishnu berharap kejadian itu segera berakhir dan perekonomian Indonesia di sektor pariwisata khususnya okupansi hotel di Jakarta kembali normal.

"Khususnya di daerah dekat Bawaslu, seperti MH Thamrin, Sudirman, Jatibaru terpengaruh sekali terhadap wisatawan, sehingga wisatawan tidak berani berkunjung," kata dia.

4 dari 5 halaman

Sarinah Rugi Rp1 miliar

Direktur Utama PT Sarinah (Persero) Gusti Ngurah Putu Sugiarta Yasa, mengungkapkan hari ini operasional gedung ditutup total. Gedung Sarinah kebetulan berlokasi tepat di seberang gedung Bawaslu yang menjadi titik kumpul masa aksi 22 Mei.

Meski hanya tutup satu hari, pusat perbelanjaan tersebut berpotensi menderita kerugian yang tidak sedikit. Dia mengungkapkan, pada hari biasa, pendapatan harian rata-rata sekitar Rp400 - 500 juta.

Sementara untuk bulan Ramadan seperti saat ini, pendapatan bisa mencapai dua kali lipatnya yakni Rp1 miliar. "Pendapatan rata-rata harian di Sarinah Thamrin adalah sekitar Rp400-500 juta bahkan kalau di bulan Ramadan omset kami 2 kali lipat. Mungkin itu potensi kerugian kami," ungkapnya.

5 dari 5 halaman

Pedagang Tanah Abang Rugi Rp200 miliar

Pengelola Tanah Abang, Hery Supriyatna menyebutkan pasar Tanah Abang saat ini kondisinya sudah aman terkendali. Kendati demikian dia mengungkapkan hari ini pasar Tanah Abang terpaksa ditutup. Tidak ada aktivitas jual beli di sana.

Meski tidak ada kerusakan yang terjadi, namun kerugian ditaksir mencapai miliaran Rupiah karena tidak adanya pemasukan uang dari hasil penjualan para pedagang.

Dia mengungkapkan, untuk Blok A, B, F dan lain-lain dengan estimasi ada 20.000 kios dengan rata-rata pendapatan terendah Rp2-3 juta per hari maka minimal potensi kerugian mencapai Rp40-60 Miliar.

Sementara itu, Direktur Utama PD Pasar Jaya, Arief Nasrudin tidak mengelak kerugian semua pedagang dapat mencapai ratusan milliar. Dia menyatakan transaksi jual beli langsung di Pasar Tanah Abang bisa mencapai Rp200 miliar.

"Kalau potensi kerugian kita ada digital sebenarnya, secara transaksi virtual juga sudah ada. Cuma secara fisik biasanya ada tambahan edisi pengunjung, kurang lebih Rp200 milliar setiap hari," kata Arief.

Baca juga:
Biarkan Pendukung Demo, Prabowo Diyakini Tak Punya Cukup Bukti ke MK
Akses WhatsApp Dibatasi, Pengguna Berpaling ke Telegram
Menkominfo: Pembatasan Akses Medsos dan Pesan Instan Hindari Dampak Negatif
Sejumlah Demonstran di Petamburan Ditangkap Polisi
Diduga Bawa Senpi & Sajam, 2 Pria Diamankan dari Lokasi Demo 22 Mei Medan
Ketua DPC Gerindra Kota Tasikmalaya Dapat Instruksi DPP Kirim Ambulans ke Jakarta

[azz]
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini