Perbaikan Infrastruktur dan Birokrasi jadi Harapan & Tantangan Presiden Terpilih

Kamis, 18 April 2019 12:42 Reporter : Dwi Aditya Putra
Perbaikan Infrastruktur dan Birokrasi jadi Harapan & Tantangan Presiden Terpilih tol trans jawa. ©2018 Dok : Kementerian BUMN

Merdeka.com - Panel Ahli Katadata Insight Center, Wahyu Prasetyawan berharap siapapun presiden terpilih nantinya dapat memberikan angin segar terhadap perekonomian di Indonesia. Menurutnya, pembangunan infrastruktur dan tata kelola dalam birokrasi harus tetap dijalankan dan diperbaiki guna menarik investasi masuk ke Tanah Air.

"Ke depannya kita berharap perbaikan-perbaikan yang sifatnya infrastruktur juga diikuti oleh sifatnya bidang birokrasi. Jadi kemudahan kita investor untuk berinvestasi di Indonesia itu misal surat-surat dibutuhkan itu bisa lebih dipercepat lagi hambatan-hambatan terkait birokrasi bisa diperbaiki lagi," katanya saat dihubungi merdeka.com di Jakarta, Kamis (18/4).

Wahyu memandang, pembangunan infrastruktur seperti jalan tol menjadi bagian penting di mata investor. Sebab, adanya lintasan jalan yang menyambungkan ke berbagai provinsi tersebut akan memangkas biaya logistik bagi industri-industri besar di Tanah Air.

"Infrastruktur bagian penting bagi investor untuk menanamkan modalnya kalau kita bicara investor di luar pasar modal misalnya manufaktur dan segala macam itu mereka mempertimbangkan infrastruktur," katanya.

Wahyu mengakui upaya pemerintah saat ini sudah berjalan baik dengan fokus terhadap pembangunan infrastruktur. Hanya saja, ke depan dirinya menginginkan tidak hanya fokus terhadap infrastruktur saja melainkan sumber daya manusia (SDM) juga.

"Jadi ini traknya sudah betul infrastruktur harus tetap ada. Infrastruktur sudah digenjot di pemerintahan kemarin dan selanjutnya harus ada prioritas lain, cuma mungkin prioritas bisa dipindahkan ke lain misalnya SDM.

Sementara itu, sistem birokrasi sendiri tetap menjadi perhatian khusus bagi pemerintahan selanjutnya. Sebab, perizinan atau kemudahan berinvestasi di Indonesia kerap kali masih ditemui kesulitan-kesulitan. Padahal, pemerintah sendiri tengah menerapkan perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik atau Online Single Submission (OSS).

"Anda bisa bayangin kalau ada perusahaan ngurus surat-surat dalam 1 tahun itu bisa sampai 100 hari kan gak bener," tutupnya. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini