Perang strategi merebut hati konsumen sepeda motor

Minggu, 31 Juli 2016 09:00 Reporter : Hana Adi Perdana
Perang strategi merebut hati konsumen sepeda motor 10 Motor termahal di 2015. Therichest.com

Merdeka.com - Semua pabrikan sepeda motor yang ada di Indonesia terus bersaing untuk memenangkan hati konsumen. Berbagai cara pun dilakukan, mulai dari memberi harga promo, mendapat Down Payment (DP) murah, sampai memberikan cash back.

Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda Motor (AISI), Sigit Kumala menilai, persaingan pabrikan dalam memasarkan produknya tersebut akan membuat persaingan di pasar semakin sehat. Selain itu, konsumen akan semakin leluasa dalam menentukan produk terbaiknya.

"Konsumen akan semakin leluasa, mereka akan memilih mana yang tidak hanya memberi penawaran produk terbaik tetapi juga pelayanan terbaiknya," ujar Sigit kepada merdeka.com di Jakarta, Sabtu (30/7).

Dikatakan Sigit, konsumen saat ini tidak hanya memandang kualitas produk, melainkan kualitas pelayanan dan penawarannya. Kuncinya, pemasaran yang baik adalah dengan mendapat apresiasi dari konsumen.

"Kalau sisi produk kan memberikan feature pada produknya. kalau featurenya banyak kan di appreciate sama konsumen ya pasti konsumen tertarik dong. terus pelayanan dari after sales services, itu punya daya tarik sendiri," jelasnya.

Sigit meminta kepada pemegang merek agar tidak hanya fokus memikirkan strategi pemasaran mereka dalam mengejar target penjualan. Melainkan juga fokus mengedukasi konsumen terhadap produk-produk unggulan mereka.

"Kepada seluruh pemegang merek sepeda motor sekarang kan sudah dilengkapi oleh safety yang bagus. Kalau konsumen kita tidak di educate ya itu bisa saja mereka enggak tau dan salah penggunaan," tuturnya.

Asisten GM Marketing Yamaha Indonesia, Mohammad Masykur mengungkapkan, pihaknya saat ini tengah menyiapkan berbagai strategi guna merebut hati konsumen yang saat ini sebanyak 68 persen konsumen dimiliki Honda. Hanya saja, dirinya enggan membeberkan strategi apa yang akan dilakukan.

"Kita sudah siapkan strategi. Kita belum bisa kasih tahu, nanti di contek ntar dibilang kartel," ungkapnya.

Namun demikian, strategi tersebut nantinya akan tetap mengamati pergerakan permintaan yang ada di pasar. Dirinya mengaku akan mencoba melakukan gebrakan layaknya saat produk skuter matik Mio menjadi primadona.

"Konsumen mengeluarkan harga di atas 20 juta saja merasa worth it. Memang tidak semua berhasil, dulu kita keluar Nouvo ini kita keluarkan banyak yang nanya bebek kok ga ada gigi? Pas keluarin Mio sekarang banyak cowok yang pake malahan," pungkasnya. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini