Perang dagang AS-China picu penurunan harga minyak dunia

Selasa, 3 April 2018 10:36 Reporter : Siti Nur Azzura
Perang dagang AS-China picu penurunan harga minyak dunia Ilustrasi Migas. shutterstock.com

Merdeka.com - Harga minyak dunia lebih rendah pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), tertekan kekhawatiran tentang ketegangan perdagangan antara China dan Amerika Serikat membebani pasar.

Seperti diketahui, Meskipun ada keberatan di seluruh dunia, pemerintah AS memutuskan untuk mengenakan tarif 25 persen untuk impor baja dan tarif 10 persen untuk impor aluminium, dengan tarif pada impor dari negara-negara termasuk China.

Menanggapi hal tersebut, China telah memutuskan untuk mengenakan tarif 15 persen atas 120 item produk-produk yang diimpor dari Amerika Serikat termasuk buah-buahan dan produk-produk terkait, serta tarif 25 persen untuk delapan item impor termasuk daging babi dan produk-produk terkait dari negara tersebut, menurut pernyataan yang dimuat di situs web kementerian.

Para analis khawatir bahwa perang perdagangan itu kemungkinan bisa merugikan ekonomi global dan mengurangi permintaan minyak mentah. Peningkatan produksi minyak Rusia juga merusak sentimen para investor.

Produksi minyak mentah Rusia naik pada Maret meskipun ada kesepakatan pengurangan produksi, menjadi 10,97 juta barel per hari (bph) dari 10,95 juta barel per hari pada Februari, data Kementerian Energi Rusia menunjukkan, membuat Rusia tetap di atas Amerika Serikat sebagai produsen minyak mentah terbesar dunia.

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei, turun 1,93 dolar AS menjadi menetap di 63,01 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni, turun 1,70 dolar AS menjadi ditutup pada 67,64 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange. [azz]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini