Perang Dagang AS-China Mereda, Beri Dampak Positif ke Ekonomi Global

Senin, 1 Juli 2019 13:52 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Perang Dagang AS-China Mereda, Beri Dampak Positif ke Ekonomi Global perang dagang. ©2018 liputan6.com

Merdeka.com - Amerika Serikat (AS) telah sepakat untuk tidak memberlakukan tarif dagang baru untuk China. Kemudian AS dan China kini sedang melakukan pembahasan terkait masalah ketegangan perang dagang yang sudah terjadi beberapa waktu lalu.

Lead Econimist World Bank Indonesia, Frederico Gil Sander, mengatakan turunnya tensi perang dagang AS-China merupakan dampak positif dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. Sebagai informasi pertemuan tersebut diselenggarakan di Osaka, Jepang.

"Apa dampak dari pertemuan G20 bagi hubungan, perdagangan global dan sektor eksternal Indonesia. Sangat jelas itu merupakan perkembangan yang sangat positif," kata dia, di Jakarta, Senin (1/7).

Meredanya tensi perang dagang, lanjut dia memberikan sinyal positif bagi turunnya ketidakpastian dalam ekonomi global. "Resolusi tensi perdagangan antara US dan China bisa merupakan perkembangan yang sangat yang sangat positif bagi ekonomi global," jelas dia.

Dia menjelaskan, ketidakpastian dalam ekonomi global bakal mengganggu para investor yang hendak menanamkan modal. Ketidakpastian tentu mengganggu rencana bisnis dan investasi. Hal ini tentu akan berdampak negatif bagi perekonomian dunia, termasuk Indonesia.

"Investor, baik investor yang melakukan FDI maupun yang financial investor, ketidakpastian merupakan sesuatu yang merugikan," urai dia.

Karena itu, pihaknya berharap agar perkembangan positif tersebut dapat terus berlanjut sehingga tensi perang dagang terus menurun dan pihak yang bertikai dapat menemukan solusi dari masalah yang sedang terjadi. "Kita harap akan terjadi resolusi (perang dagang)," tandasnya. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini