Per Oktober, Adhi Karya Catatkan Kontrak Baru Senilai Rp 12,6 Triliun

Kamis, 29 November 2018 13:23 Reporter : Dwi Aditya Putra
Per Oktober, Adhi Karya Catatkan Kontrak Baru Senilai Rp 12,6 Triliun Corporate Communication Adhi Karya, Farid Budiyanto. ©2018 Merdeka.com/Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - PT Adhi Karya (Persero) Tbk mencatatkan perolehan kontrak baru hingga Oktober 2018 mencapai sebesar Rp 12,6 triliun. Realisasi perolehan kontrak baru ini salah satunya adalah melalui proyek Bendungan di Kabupaten Deli Serdang senilai Rp 127,7 miliar.

Corporate Communication Adhi Karya, Farid Budiyanto, menjelaskan kontribusi per lini bisnis pada perolehan kontrak baru Oktober ini didominasi oleh lini bisnis konstruksi dan energi sebesar 89,9 persen. Kemudian properti sebesar 8,6 persen dan sisanya merupakan lini bisnis lainnya.

Sementara, berdasarkan segmentasi sumber dana, realisasi kontrak baru dari pemerintah tercatat sebesar 25,6 persen, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar 27,6 persen sementara swasta atau ainnya sebesar 46,8 persen.

"Sedangkan pada tipe pekerjaan, perolehan kontrak baru terdiri dari proyek gedung sebesar 61,9 persen, proyek jalan dan hembatan sebesar 20,8 persen, serta proyek infrastruktur lainnya sebesar 17,3 persen," kata Farid dalam Public Expose, di Jakarta, Kamis (29/12).

Sebagai informasi, Adhi Karya mencatat laba sebesar Rp 335,53 miliar atau setara dengan Rp 94,23 per saham hingga September 3018. Pencapaian tersebut melonjak hingga 63,62 persen dibandingkan Rp 205,07 miliar atau setara dengan Rp 57,59 per saham pada periode sama tahun 2017.

Berdasarkan dari laporan keuangan September 2018 di Bursa Efek Indonesia (BEI), pendapatan konsolidasi ADHI mencapai Rp 9,43 triliun selama periode Januari hingga September 2018. Capaian tersebut meningkat 8,23 persen dari Rp 8,71 triliun pada Januari-September 2017.

Dari total pendapatan konsolidasi ADHI pada kuartal III tahun ini, sebesar Rp 7,84 triliun atau sama dengan 83,12 persen ditopang dari jasa konstruksi. Sekitar Rp 707,83 miliar atau 7,5 persen merupakan sumbangan dari EPC. Selain itu, senilai Rp 588,91 miliar atau 6,24 persen berasal dari bisnis properti. Adapun Rp 294,53 miliar atau 3,12 persen dikontribusi oleh sektor investasi infrastruktur.

Seiring pendapatan, beban pokok pendapatan ADHI naik 3,12 persen dari Rp 7,70 triliun pada Januari-September 2017 menjadi Rp 7,79 triliun pada Januari-September 2018. Namun, laba kotor Perseroan tumbuh 47,07 persen menjadi Rp 1,48 triliun dari Rp 1,01 triliun per September 2017.

Pada saat yang sama, beban usaha Adhi Karya meningkat 24,5 persen menjadi Rp 456,24 miliar, dari Rp 366,41 miliar. Akan tetapi, perusahaan pelat merah jasa konstruksi itu mencatat laba usaha Rp 1,1 triliun, tumbuh 44,3 persen dari Rp 764,96 miliar pada Januari-September 2017. Sementara itu, aset Perseroan mencapai Rp 28,339 triliun per September 2018. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini