Per Hari Ini, Total Dukungan PIP untuk Kredit Ultra Mikro Capai Rp1 T

Kamis, 25 Juni 2020 13:28 Reporter : Dwi Aditya Putra
Per Hari Ini, Total Dukungan PIP untuk Kredit Ultra Mikro Capai Rp1 T UMKM. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Pusat Investasi Pemerintah (PIP) salah satu Badan Layanan Umum (BLU) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) ikut mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Keikutsertaan itu ditandai dengan menyalurkan pembiayaan bagi kredit Ultra Mikro (UMi) melalui Lembaga Keuangan Penyalur Pembiayaan UMi.

Hingga tanggal 25 Juni 2020, PIP telah melakukan akad pembiayaan baru sebesar Rp1,08 triliun termasuk Rp400 miliar kepada PT Pegadaian. Saat ini, PIP sedang memproses proposal pembiayaan baru senilai lebih dari Rp2 triliun.

"Penyaluran pembiayaan UMi pada tahun 2020 telah tersalurkan ke lebih dari 478 ribu debitur baru dari target 752 ribu debitur atau mencapai 63,6 persen per 23 Juni 2020," tulis keterangan seperti yang dikutip dari laman Kemenkeu, Kamis (25/6).

Selain itu, PIP telah memberi relaksasi bagi debitur, lembaga linkage, dan Penyalur Pembiayaan UMi. Adapun lembaga penyalur yang bekerjasama ialah PT PNM, PT Pegadaian, dan PT BAV. Relaksasi yang dikeluarkan oleh PIP selaras dengan pemberian subsidi bunga/margin pembiayaan untuk UMi yang dikeluarkan oleh Menteri Keuangan.

Plafon yang disiapkan untuk relaksasi sekitar Rp4,8 triliun yaitu untuk penundaan pokok sebesar Rp2,9 triliun dan untuk masa tenggang sebesar Rp1,8 triliun. Saat ini, realisasi yang bisa dirasakan manfaatnya oleh debitur mencapai Rp2,4 triliun yaitu untuk penundaan pokok sebesar Rp1,4 triliun dan untuk masa tenggang sebesar Rp946 miliar.

1 dari 1 halaman

Pemberian relaksasi oleh PIP tidak menggunakan alokasi belanja, tetapi menggunakan alokasi Dana Kelolaan dalam bentuk pemberian penundaan pokok dan masa tenggang pembayaran angsuran pokok selama maksimal 6 bulan.

Total dana kelolaan yang bersumber dari APBN sebesar Rp8 triliun yang dialokasikan sejak tahun 2017 Rp1,5 triliun untuk 300 ribu debitur, tahun 2018 Rp2,5 triliun untuk 800 ribu debitur (akumulatif), tahun 2019 Rp3 triliun untuk 1,4 juta debitur (akumulatif), tahun 2020 Rp1 triliun untuk 800 ribu debitur akad baru sehingga total akumulatif debitur sudah mencapai 2,2 juta.

"Relaksasi ini menarget 1,64 juta debitur yaitu untuk debitur yang menunda pokok sebanyak 1,02 juta debitur dan masa tenggang sebanyak 615 ribu debitur," katanya. [azz]

Baca juga:
Penjelasan Lengkap Sri Mulyani soal Penempatan Dana Rp30 Triliun di Bank Himbara
Pemerintah Bakal Desain Ulang Program Bansos di 2021 Agar Tepat Sasaran
Hingga April 2020, Penyaluran Insentif Tenaga Medis Capai Rp24,22 Miliar
DPR Minta Kebijakan Desain Ulang Penganggaran Harus Mudah Dipahami
Komisi XI DPR Setuju Pagu Indikatif Anggaran Kemenkeu Rp42,36 Triliun
Sri Mulyani: Sistem Penganggaran Indonesia Lebih Baik Dibandingkan Negara Lain

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini