Per 8 Februari, Rp 642 M Bea Masuk dan Pajak Impor untuk 30,5 Juta Vaksin Dibebaskan

Kamis, 4 Maret 2021 16:28 Reporter : Dwi Aditya Putra
Per 8 Februari, Rp 642 M Bea Masuk dan Pajak Impor untuk 30,5 Juta Vaksin Dibebaskan Vaksin Sinovac Disimpan di Bio Farma Bandung. ©2020 Sekretariat Presiden

Merdeka.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan fasilitas pembebasan bea masuk dan pajak dalam rangka impor vaksin. Fasilitas pembebasan bea masuk dan pajak impor vaksin ini mencapai Rp642,18 miliar.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mencatat, fasilitas ini diberikan sejak 8 Desember 2020 sampai dengan 3 Februari 2021, untuk impor sebanyak 30,5 juta dosis vaksin.

"Jumlah vaksin 30,5 juta dosis dengan nilai impor Rp3,67 triliun. Tentu nanti dengan makin banyaknya impor vaksin, ini akan meningkat fasilitas bea masuknya," kata dia dalam Raker Kemendag 2021, Kamis (4/3).

Bendahara Negara itu mengatakan, pemberian insentif kepabeanan ini merupakan salah satu dari insentif yang diberikan pemerintah. Terlebih untuk membantu penanganan pandemi covid-19 saja, pemerintah memberikan fasilitas ini senilai Rp2,89 triliun untuk impor alat-alat kesehatan.

"Total jenis barang yang diimpor untuk kebutuhan covid Rp12,25 triliun terdiri dari 499,8 juta pieces terdiri dari masker 428 juta, rapid test 20 juta, swab test 17,8 juta, APD 13 juta, PCR 13 juta, serta virus trasnfer media 8 juta," ungkapnya.

Baca Selanjutnya: Selanjutnya...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini