Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Per 4 November, Kemensos Telah Salurkan Rp112,7 Triliun untuk Perlindungan Sosial

Per 4 November, Kemensos Telah Salurkan Rp112,7 Triliun untuk Perlindungan Sosial Juliari P Batubara. ©2020 Merdeka.com/Rasyid Ali

Merdeka.com - Menteri Sosial, Juliari P Batubara mencatat pihaknya telah menyalurkan Rp112,7 triliun dari total pagu anggaran Rp128,9 triliun untuk program perlindungan sosial dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Angka penyaluran tercatat hingga 4 November 2020.

Juliari memaparkan, total ada 6 program perlindungan sosial yang berada di bawah kendali Kemensos. Di antaranya Program Keluarga Harapan (PKH) dengan anggaran Rp36,71 triliun, lalu Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dengan anggaran Rp43,12 triliun.

Kemudian bantuan sosial (bansos) sembako di Jabodetabek dengan anggaran Rp6,84 triliun, bansos tunai (BST) dengan anggaran Rp32,4 triliun, bansos beras dengan anggaran Rp5,26 triliun, dan bansos tunai untuk keluarga penerima manfaat sembako non-PKH dengan anggaran Rp4,5 triliun.

"Tentunya semua program-program perlindungan sosial ini yang sifatnya reguler yang diperluas seperti program PKH dan program BPNT, atau program baru yang sifatnya khusus dalam menghadapi Covid-19 ini, semua bisa terselenggara karena kerja sama yang baik antara kementerian dan lembaga terkait dan pemda," kata Juliari, Rabu (4/11).

Untuk bantuan pertama yakni PKH, dari target 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM), itu sudah tercapai 100 persen.

Lalu untuk BPNT atau program kartu sembako, terjadi peningkatan target dari sebelumnya 15,2 juta KPM menjadi 20 juta KPM.

"Bapak Presiden (Jokowi) memerintahkan Kementerian Sosial di bulan Maret (2020) untuk memperluas coverage menjadi 20 juta. Jadi dari 15,2 juta keluarga penerima manfaat menjadi 20 juta, jadi ada kenaikan 4,8 juta keluarga penerima manfaat. Ini memang baru tercapai 20 juta itu di bulan September," jelasnya.

Program Sembako Jabodetabek

Selanjutnya adalah program bantuan sosial sembako Jabodetabek bagi 1,9 juta KPM yang masuk ke dalam bantuan khusus. Keempat yakni bansos tunai non-Jabodetabek untuk 9 juta KPM, yang juga sudah tercapai seluruhnya.

Kelima, Kemensos bekerjasama dengan Perum Bulog menyalurkan program bansos beras sebesar 450 ribu ton bagi 10 juta KPM. Program ini pun berhasil dituntaskan lebih cepat dari target awal.

"Ini dari target 3 bulan yang kita mulai di bulan Agustus, Alhamdulillah sekarang sudah selesai. Jadi lebih cepat dari schedule sudah tersalurkan sebanyak 10 juta KPM, dan berasnya sendiri beratnya 450 ribu ton," terang Juliari.

Program terakhir yakni bansos tunai untuk keluarga penerima manfaat sembako non-PKH. Juliari mengutarakan, itu sudah mulai disalurkan per September 2020.

"Ini adalah (untuk) yang tidak dapat PKH jika berikan uang tunai Rp 500 ribu per keluarga sekali transfer. Sudah dieksekusi di September melalui bank himbara. Sehingga anggarannya sudah terserap dan sudah dibayarkan juga ke seluruh keluarga penerima manfaat," ujar dia.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP
Penyaluran Bansos Habiskan Anggaran Negara Rp70 Triliun Hingga 31 Mei 2024
Penyaluran Bansos Habiskan Anggaran Negara Rp70 Triliun Hingga 31 Mei 2024

Penyaluran bansos yang dilakukan oleh Kementerian Sosial mencapai Rp37,4 triliun untuk Program Keluarga Harapan (PKH) bagi 10 juta KPM.

Baca Selengkapnya
Pemerintah Perpanjang Bantuan Sosial Tambahan Hingga Juni
Pemerintah Perpanjang Bantuan Sosial Tambahan Hingga Juni

Pemerintah sedang mencari formula terkait kenaikan harga beras di pasaran.

Baca Selengkapnya
Pengusaha Curhat ke Jokowi soal Pilpres 2024 hingga Kesinambungan Program Pemerintah Selanjutnya
Pengusaha Curhat ke Jokowi soal Pilpres 2024 hingga Kesinambungan Program Pemerintah Selanjutnya

Pertemuan itu membahas terkait program pemerintah saat ini supaya bisa dilanjutkan oleh presiden terpilih agar terjadi kesinambungan pembangunan.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Menteri Airlangga Buka-bukaan Soal Tujuan Penyaluran Bansos untuk 22 Juta Masyarakat Penerima
Menteri Airlangga Buka-bukaan Soal Tujuan Penyaluran Bansos untuk 22 Juta Masyarakat Penerima

Airlangga menjelaskan berbagai bantuan sosial yang diberikan pemerintah adalah program yang dijalankan setiap tahun.

Baca Selengkapnya
Jokowi Puji Program Ganjar Bangun SMKN Gratis: Mendikbud Datang ke Sini, Perluas ke Provinsi Lain
Jokowi Puji Program Ganjar Bangun SMKN Gratis: Mendikbud Datang ke Sini, Perluas ke Provinsi Lain

Jokowi mengatakan kehadiran SMKN Jateng ini mampu menyelesaikan persoalan kemiskinan yang ada di Indonesia.

Baca Selengkapnya
Beda Program Ganjar dan Prabowo Versi Sekjen PDIP
Beda Program Ganjar dan Prabowo Versi Sekjen PDIP

Hasto menyebut berbagai program Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024 memang lebih besar mencapai Rp 506 triliun.

Baca Selengkapnya
Dirut Bulog Bantah Program Bansos Beras Jadi Pemicu Kenaikan Harga Beras
Dirut Bulog Bantah Program Bansos Beras Jadi Pemicu Kenaikan Harga Beras

Mengingat program ini hanya ditujukan kepada 22 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terdata di Kementerian Sosial.

Baca Selengkapnya
Bersaksi di Sidang MK, Menko Muhadjir Sebut Bansos Bukan Program Dadakan Jelang Pilpres 2024
Bersaksi di Sidang MK, Menko Muhadjir Sebut Bansos Bukan Program Dadakan Jelang Pilpres 2024

Muhadjir mengklaim bantuan pangan itu merupakan program lama yakni 2023, bukan program dadakan awal 2024 atau jelang Pilpres.

Baca Selengkapnya
Pemerintah Berencana Setop Sementara Penyaluran Bansos
Pemerintah Berencana Setop Sementara Penyaluran Bansos

Pemerintah mempertimbangkan untuk menghentikan sementara penyaluran bantuan pangan beras saat hari tenang hingga pencoblosan pemilu yakni 11-14 Februari 2024.

Baca Selengkapnya