Penuhi permintaan Jokowi, tenaga kerja RI bakal diakreditasi

Kamis, 26 Mei 2016 13:22 Reporter : Pramirvan Datu Aprillatu
Penuhi permintaan Jokowi, tenaga kerja RI bakal diakreditasi Industri. bahanbakar.com

Merdeka.com - Kementerian Ketenagakerjaan bakal mewajibkan akreditasi bagi tenaga kerja Indonesia. Akreditasi ini diharapkan mampu menciptakan tenaga kerja yang berkompeten dalam bidangnya.

Kepala badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan, Sugiarto Sumas mengatakan, semua sektor tenaga kerja nanti akan memiliki badan akreditasi sendiri-sendiri.

"Makanya untuk mendorong itu akan melibatkan industri-industri dan dimungkinkan untuk kita bentuk task force berdasarkan industri yang ada berdasarkan bidang usaha," kata dia di Menko Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (26/5).

Kebijakan ini diciptakan untuk meningkatkan konsentrasi dan kapasitas tenaga kerja mahir sesuai permintaan Presiden Joko Widodo. Sebab, menurut Presiden selama ini tenaga kerja Indonesia masih berpendidikan menengah ke bawah.

"Peningkatan pelatihan tenaga kerja secara lebih masif dan terfokus dan ini untuk memenuhi permintaan pak presiden (Jokowi) bahwa pelatihan tenaga kerja adalah solusi dalam rangka mengatasi tenaga kerja dengan rata-rata pendidikan terbanyak adalah pendidikan menengah bawah," tutur Sugiarto.

Pihaknya bakal menggandeng Kamar Dagang dan Industri Nasional (Kadin) Indonesia untuk menjadi tenaga pengajar. Dia belum bisa merinci konsep akreditasi tenaga kerja, namun gambaran konsep serupa diambil akreditasi tenaga kerja milik swasta milik manufaktur Toyota joint venture

"Nanti disesuaikan karena dalam kaitan ini kita menggandeng kadin dalam pelatihannya tidak harus selalu menggunakan fasilitas pemerintah tapi juga bisa menggunakan pabrik atau industri yang ada di perusahaan-perusahaan, kayak model Toyota joint venture," ujar Sugiarto.

Sebelumnya konsep sistem akreditasi tenaga kerja sudah diawali oleh beberapa sektor di Indonesia. "Yang sudah berjalan adalah manufaktur dan yang sudah bagus itu pariwisata. Mereka sudah jalan, pariwisata sudah duluan," tutupnya. [idr]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini