Pentingnya Digitalisasi Koperasi untuk Transparansi Bisnis

Senin, 22 Februari 2021 15:40 Reporter : Merdeka

Ubah Model Bisnis

Sementara itu, CEO NHC Teknologi Indonesia Irvan Tisnabudi menambahkan, terobosan yang harus dilakukan koperasi dengan mengubah model bisnis. Saat ini koperasi berbisnis di zona nyaman, dengan tantangan yang kecil, jauh dari kerja sama dan kolaborasi.

Menurutnya trust dan interoperabilitas sesama koperasi dan koperasi ke pelaku bisnis lain sangat rendah, dan yang mendasar belum menggunakan teknologi digital secara optimal, sehingga menjadikan koperasi tidak pernah mencapai skala bisnis yang besar atau konglomerasi.

"Tidak mudah memang mengubah paradigma dan model bisnis koperasi. Koperasi perlu keluar dari zona nyaman nya selama ini dan menggandeng perkembangan teknologi agar bisa melayani para anggotanya secara lebih efektif dan optimal," ucapnya.

"Kami ingin menciptakan solusi agar para anggota koperasi khususnya para anggota koperasi milenial dapat menikmati layanan simpan pinjam berbasis aset digital (neo holistic) yang simpel dan praktis, dapat diakses oleh seluruh penduduk Indonesia bahkan dunia hanya dengan menggunakan smartphone, memiliki jaminan investasi berupa aset riil dan memberikan manfaat kepada seluruh pihak yang ada di dalam ekosistem digital nya," jelasnya. [idr]

Baca juga:
KSP Indosurya Kembalikan Dana Anggota di Atas Rp500 Juta Hingga Rp1,9 Miliar
Menkop Teten Dorong UMKM Gabung Koperasi Permudah Permodalan
Menkop Teten: Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Transformasi Koperasi ke Digital
Menkop: Petani & Peternak Jangan Lagi Berjalan Sendiri, Bentuk Kelembagaan Koperasi
Pemerintah Target Kontribusi Koperasi ke Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,5 Persen

Halaman

Show All
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini