Penjualan Tembus USD 40,19 Juta, Produk Kopi Sumut Didorong Perluas Pasar Ekspor

Selasa, 15 Juni 2021 14:50 Reporter : Merdeka
Penjualan Tembus USD 40,19 Juta, Produk Kopi Sumut Didorong Perluas Pasar Ekspor Kopi. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Provinsi Sumatera Utara, khususnya Kota Medan memiliki potensi UKM berorientasi ekspor yang terbesar di Pulau Sumatera. Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan oleh IEB Institute, kota Medan, Sumatera Utara mampu mencatat pertumbuhan ekonomi 5,98 persen pada tahun 2019 dengan nilai ekspor mencapai USD 20 miliar dengan ditopang oleh komoditi unggulan ekspornya berupa sayuran, buah, kopi, rempah, dan makanan minuman.

Salah satu komoditas unggulan yaitu kopi. Sumatera Utara punya beragam varian kopi yang sudah dikenal masyarakat, para pecinta kopi, seperti kopi Mandailing, dan Sidikalang. Dua komoditas itu pun sudah banyak diekspor.

Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Sumatra Utara (Sumut) mencatat, nilai ekspor kopi Sumut hingga Februari 2021 sebesar USD 40,19 juta. Volume ekspor kopi Arabica Sumut melalui Belawan per Februari 2021 adalah 8.820 ton dengan nilai ekspor USD 36,02 juta. Jenis kopi ini memberi andil 92 persen terhadap ekspor kopi Sumut. Sementara, ekspor kopi robusta sebesar 466,80 ton dengan nilai ekspor USD 518.151. Ekspor jenis kopi lain-lain sebesar 233,23 ton dengan nilai ekspor USD 3,66 juta.

Melihat potensi besar itu, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPE) kembali menyelenggarakan Coaching Program for New Exporters (CPNE), di kota Medan, Sumatera Utara tanggal 10-11 Juni 2021. Medan menjadi kota ketiga dari rangkaian Program Jasa Konsultasi LPEI di tahun 2021 yang sebelumnya telah diselenggarakan di kota Surakarta dan Bali pada beberapa waktu lalu.

Darwis Harahap, salah satu peserta CPNE pelaku UMKM bergerak di bidang perkebunan (kopi) dari Deli Serdang setelah mengikuti pelatihan ini menyampaikan optimisme bahwa usahanya akan semakin berkembang. Karena itu, dia merasa perlu menambah wawasan, memperkaya pengetahuan, dalam mengelola usaha sehingga memutuskan mengikuti program CPNE yang diselenggarakan oleh LPEI.

Darwis yang sudah menggeluti usaha kopi sejak tahun 2018 mengakui, ada potensi besar bagi bisnis kopi di dalam negeri. Karena itu, dia berharap selalu mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk LPEI, agar komoditas kopi yang menjadi salah satu unggulan daerah, dapat menembus pasar ekspor.

Di sisi lain, dia juga berharap agar terus dilakukan edukasi ke masyarakat luas bahwa kualitas kopi di dalam negeri tak kalah dengan kualitas kopi negara lain. Sehingga konsumsi kopi di dalam negeri akan semakin meningkat yang ujungnya mengerek produksi kopi di daerah.

"Saya ingin kopi dari Sumatera Utara tidak hanya dikonsumsi di Indonesia atau Medan saja, tetapi bisa dinikmati di luar negeri. Saya tahu bahwa ini tidak mudah tetapi saya yakin kita mampu," kata Darwis.

Harapan Darwis, sejalan dengan program LPEI untuk terus mengedukasi kalangan dunia usaha, terutama UKM di daerah, agar mampu mengembangkan dunia usaha melalui program CPNE.

Baca Selanjutnya: Jasa Pelayanan Konsultasi...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini