Penjualan Rest Area Turun 95 Persen Imbas Larangan Mudik

Rabu, 12 Mei 2021 13:30 Reporter : Anggun P. Situmorang
Penjualan Rest Area Turun 95 Persen Imbas Larangan Mudik Pembatasan Waktu di Rest Area Selama Pandemi. ©2020 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Pemerintah melarang mudik Lebaran pada periode 6 Mei hingga 17 Mei 2021. Kebijakan tersebut sangat berdampak terhadap bisnis di sektor rest area, lantaran trafik kendaraan yang ke rest area turun 90 persen dari sebelum masa larangan mudik.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Rest Area Indonesia (Aprestindo) R Widie Wahyu GP mengatakan, penurunan penjualan rest area anjlok hingga 95 persen. Hal tersebut semakin diperparah dengan terbatasnya aktivitas truk dan libur kantor.

"Besar banget (dampaknya). Penurunan dari mulai omzet maupun trafik itu sampai 95 persen turunnya. Apalagi hari ini diperparah truk udah mulai gak jalan, kan kantor sudah mulai pada libur, jadi lumayan dalem banget," ujarnya kepada merdeka.com, Jakarta, Rabu (12/5).

Penurunan pendapatan terlihat pada penjualan bahan bakar minyak (BBM) di rest area rata-rata turun 80 persen-90 persen. Sementara pada tenant-tenant di rest area, baik itu brand internasional, nasional, lokal, maupun UMKM rata-rata alami penurunan omzet hingga 95 persen.

"Mereka (tenant) omzetnya hanya 5 persen hingga 10 persen. Bahkan bisa dibilang hampir sama sekali tidak ada penjualan. Tidak ada pendapatan sama sekali," kata Widie.

Kondisi tersebut, kata Widie, membuat pengusaha memutar otak agar bisa menutup kebutuhan dasar pemasaran di rest area. Belum lagi ada kebijakan untuk memberikan sewa terhadap pengelola rest area.

"Beban biaya operasional itu yang pasti sumber daya manusia, listrik, air, dan gas, itu tetep pasti keluar. Kalau tenant bahkan bayar sewa juga ke pengelolanya," jelas dia. [azz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini