Penjualan mobil jadi penyebab arus mudik Lebaran macet total

Jumat, 8 Juli 2016 15:32 Reporter : Novita Intan Sari
Penjualan mobil jadi penyebab arus mudik Lebaran macet total Penjualan mobil. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Wakil Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno menilai percepatan pembangunan Tol Trans Jawa tidak menjamin memperlancar arus mudik di tahun-tahun mendatang. Sebab, setiap tahunnya penjualan kendaraan roda empat terus mengalami peningkatan yang signifikan.

"Ini sudah terbukti semakin meningkat setiap tahun, mesti secara total kepemilikan kendaraan di Indonesia terhadap jumlah penduduk masih lebih rendah dibanding negara lain," ujarnya dalam siaran pers, Jakarta, Jumat (8/7).

Menurutnya, permasalahan kemacetan yang terjadi pada musim mudik Lebaran tidak dapat dibebankan pada Kementerian Perhubungan. Sebab, kemacetan parah merupakan akumulasi kesalahan pengelolaan transportasi nasional dan lokal.

"Masih selalu beranggapan jika prasarana jalan disediakan, urusan macet pasti beres. Namun, justru makin bertambah prasarana jalan, makin terjadi kemacetan," ucapnya.

Adanya permasalahan itu, kata dia, juga menunjukkan penyediaan layanan transportasi yang humanis masih sekadar wacana. Terlebih lagi dengan belasan pemudik yang meninggal karena kelelahan mengalami macet hingga berjam-jam.

"Presidenlah yang harus mengkoordinasi ini. Berita terakhir yang diperoleh, mencapai 20 pemudik meninggal karena macet dan membuat pemudik stress. Kisah ironis pemudik ini mungkin hanya terjadi di Indonesia," jelasnya.

Meski demikian, berdasarkan data Korps Lalu Lintas Polri, angka kecelakaan pada arus mudik 2015 sebesar 1.022 kasus, tahun 2016 turun menjadi 856 kasus. Penurunan itu dinilainya dipengaruhi kondisi macet dan laju kendaraan rendah. Menurutnya, rekayasa lalu lintas yang dilakukan Korlantas tidak sekedar buka tutup dan buat contra flow. Akan tetapi untuk mengendalikan volume kendaraan sebesar mudik lebaran harus dilakukan simulasi.

"Wajar kecelakaan menurun, bukan faktor kesadaran tapi karena situasi," pungkasnya. [sau]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini