Penjualan mobil anjlok, Ford ancang-ancang pecat 20.000 karyawan

Rabu, 17 Mei 2017 09:36 Reporter : Idris Rusadi Putra
Penjualan mobil anjlok, Ford ancang-ancang pecat 20.000 karyawan 2015 Ford Mustang. ©REUTERS/Rebecca Cook

Merdeka.com - Produsen otomotif AS, Ford Motor Co tengah mempertimbangkan untuk mengurangi atau memecat karyawan. Langkah ini diambil untuk mengurangi biaya karena penjualan mobil menurun selama empat bulan berturut turut.

Laporan berita setempat mengatakan, setelah mengadakan pertemuan tahunan dengan para pemegang saham pada Kamis (11/5) dan bertemu dengan para analis Wall Street pada Jumat (12/5), pembuat mobil yang bermarkas di Dearborn itu telah mengirimkan sinyal bahwa mereka bersedia melakukan perubahan besar untuk menyesuaikan diri dengan kondisi pasar yang lebih ketat, yang mungkin berarti mengurangi tenaga kerja global sebesar 10 persen.

Ford memiliki sekitar 201.000 karyawan. Pengurangan sebanyak 10 persen berarti kehilangan 20.000 pekerja.

"Kami tetap fokus pada tiga prioritas strategis yang akan menciptakan nilai dan mendorong pertumbuhan yang menguntungkan, yang mencakup memperkuat pilar keuntungan dalam bisnis inti kami, mengubah area bisnis inti kami yang berkinerja buruk dan melakukan investasi secara agresif, tapi hati-hati, dalam peluang yang muncul," kutipan pernyataan Ford yang dikeluarkan Senin (15/5).

"Mengurangi biaya dan menjadi ramping dan seefisien mungkin juga tetap menjadi bagian dari pekerjaan itu," kata pernyataan tersebut seperti ditulis Antara.

Keuntungan Ford turun 35 persen pada kuartal pertama 2017 akibat kenaikan biaya dan penurunan penjualan armada. Ford diperkirakan akan meraup USD 9,0 miliar tahun ini, turun USD 1,4 miliar dari 2016. [idr]

Topik berita Terkait:
  1. Otomotif
  2. PHK Karyawan
  3. Jakarta
  4. Ford
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini