Penjelasan Pilot Garuda Indonesia Soal Kabar Pengalihan ke Citilink

Rabu, 17 November 2021 09:57 Reporter : Dwi Aditya Putra
Penjelasan Pilot Garuda Indonesia Soal Kabar Pengalihan ke Citilink Garuda Indonesia. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Asosiasi Pilot Garuda Indonesia atau APG angkat suara terkait rencana pengalihan tugas pilot Garuda ke Citilink dilakukan manajemen. APG memastikan proses pengalihan tugas ini hanya bersifat sementara saja, bukan permanen.

Presiden APG, Capt Donny Kusmanagri menjelaskan, proses pengalihan pilot ini lumrah dan sudah pernah dilakukan sebelumnya oleh manajemen. Sebab menurutnya, ini menjadi salah satu bagian dari kerja sama operasi dalam satu group Garuda Indonesia.

"Ini sebenernya bukan pengalihan, karena sifatnya sementara dan bukan permanen," kata Capt Dony saat dikonfirmasi merdeka.com, Rabu (17/11).

APG sendiri mengaku belum mengetahui berapa jumlah pilot dan kurun waktu lamanya untuk kerja sama operasi tersebut. Karena sejauh ini, masih dalam proses manajemen Garuda Indonesia.

"(Tapi) semangatnya adalah saling mensupport dalam satu group Garuda Indonesia," imbuh dia.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengungkapkan, rencana alihtugas pilot Garuda ke Citilink merupakan sesuatu biasa terjadi. Apalagi Citilink merupakan bagian dari group perusahaan.

"Ini proses biasa. Kita kan satu group," kata Irfan saat dikonfirmasi merdeka.com.

Kabar terkait alihtugas terungkap melalui dokumen minute of meeting (MoM) Asosiasi Pilot Citilink (APIC). Dalam dokumen MoM diterima merdeka.com disebutkan rencana optimalisasi kru (pilot) Garuda ke Citilink masih dalam tahap pembahasan.

Rapat Asosiasi Pilot Citilink itu diselenggarakan pada Senin (8/11) dan dipimpin oleh Direktur Operasi Citilink, Erlangga Sakti. Karena belum ada keterangan detail tentang rencana pemindahtugasan pilot Garuda, APIC meminta keputusan tersebut ditunda.

APIC menagih sejumlah hal sebelum rencana tersebut direalisasikan, seperti kepastian berapa jumlah pilot Garuda indonesia yang diperbantukan ke Citilink serta berapa lama kurun waktunya.

Mereka juga meminta penjelasan rencana utilisasi pilot Garuda yang diperbantukan dibanding jumlah pilot Cilitilink. Tak hanya itu, mereka juga mempertanyakan paket remunerasi pilot Garuda yang ditempatkan ke Citilink.

Selain mempertanyakan perihal pilot Garuda, APIC juga menuntut penjelasan tentang nasib pilot Citilink dan perusahaan tersebut sendiri jika rencana pemindahtugasan itu jadi terlaksana. Salah satunya, soal konsekuensi beban finansial Citilink terkait kebijakan ini.

APG sendiri tidak ingin mempersoalkan terlalu jauh kabar penolakan atau permintaan ditundanya kerja sama operasi ini. Karena hal tersebut merupakan bagian dari internal APIC dan manajemen Citilink.

"Untuk hal ini urusan internal APIC dan manajemen Citilink," ujarnya

Sebagai informasi saja, hingga saat ini total pilot Garuda Indonesia yang masih tercatat aktif sebanyak 1.200. Jumlah ini pun sudah berkurang, di mana pada 2020 sebanyak 180 pilot mendapatkan pengurangan dari manajemen.

"Di tahun 2020 sudah dilakukan pengurangan pilot Garuda Indonesia sampai dengan 180an orang, yang masih ada saat ini kurang lebih 1.200-an pilot aktif," pungkas dia. [azz]

Baca juga:
Negosiasi Berlanjut, Garuda Indonesia Sampaikan Skema Restrukturisasi ke Lessor
Umrah dan Haji dari Indonesia Kembali Dibuka, Garuda Indonesia Bisa Ketiban Untung
Menghitung Besaran Gaji Pilot Garuda Indonesia
KPK Minta Peter Gontha Laporkan Dugaan Korupsi di Garuda Sesuai Prosedur
Nasib Pilot Garuda Indonesia
Garuda Indonesia
Garuda Indonesia
Garuda Indonesia

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini